Cegah Teknologi Nuklir, Tiongkok Larang Ekspor ke Korut

Cegah Teknologi Nuklir, Tiongkok Larang Ekspor ke Korut
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un (tengah) melihat perangkat logam di lokasi yang tidak diketahui. Korea Utara telah mengembangkan bom hidrogen yang dapat dimasukkan ke dalam rudal balistik antarbenua. ( Foto: AFP )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 6 Februari 2018 | 17:46 WIB

Beijing -Tiongkok melarang ekspor sejumlah barang ke Korea Utara (Korut). Pada Senin (5/2), Tiongkok juga merilis daftar barang yang mungkin dapat digunakan untuk membangun senjata pemusnah massal. Larangan Tiongkok itu muncul di tengah kebuntuan antara Korut dan Amerika Serikat (AS) terkait program senjata nuklir.

Tiongkok telah merilis daftar tersebut dalam beberapa tahun terakhir karena Korut melakukan uji coba nuklir dan rudal. Tiongkok menyatakan sedang melakukan tugasnya untuk membantu menegakkan sanksi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang yang semakin ketat.

Daftar produk terbaru, yang sangat teknis, atau produk untuk penggunaan sipil dan militer, muncul setelah satu laporan rahasia oleh pemantau independen PBB yang menyebut Korut telah melanggar sanksi PBB untuk mendapatkan hampir US$ 200 juta pada tahun 2017 dari ekspor komoditi terlarang.

Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan di situsnya bahwa daftar tersebut dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan sanksi baru PBB yang ditetapkan tahun lalu.

Daftar baru ini menyebutkan puluhan barang terlarang termasuk pemompa udara untuk penggunaan bawah air, peralatan untuk mensimulasikan kondisi terbang untuk pesawat non-sipil dan masker gas yang bukan untuk digunakan petugas pemadam kebakaran.

Kementerian Perdagangan menambahkan larangan itu segera diberlakukan. Daftar larangan tersebut juga dirilis bersama dengan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, Administrasi Negara Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri untuk Pertahanan Nasional, Otoritas Energi Atom Tiongkok dan Biro Pabean.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE