Berbendera Singapura, Kapal Warga Indonesia Selundupkan Rokok ke Malaysia

Berbendera Singapura, Kapal Warga Indonesia Selundupkan Rokok ke Malaysia
Ini adalah penyelundupan rokok yang terbesar di perairan Johor. Kapal berasal dari Indonesia menggunakan bendera Singapura. ( Foto: bernama via straitstimes.com )
Nurlis E Meuko / NEF Senin, 12 Februari 2018 | 20:35 WIB

Johor – Pihak berwenangang Malaysia menangkap kapal berbendera Singapura yang berusaha menyelundupkan berbagai merek rokok dan minuman keras senilai RM2,5 juta (setara Rp8,6 miliar). Ternyata, kapal itu berasal dari Indonesia.

“Penyelundupan ini adalah yang terbesar di perairan Johor selama ini,” kata Direktur Wilayah Selatan Malaysian Maritime Enforcement Agency's (MMEA), Abu Bakar Idris, kepada Kantor Berita Bernama, Senin (12/2).

Penangkapan itu berlangsung di kawasan 1,9 mil laut dari Tanjung Piai di Pontian, pada Sabtu (10/2). "Tim MMEA yang berpatroli menjadi curiga saat melihat-lihat kapal yang berlabuh di perairan,” kata Abu Bakar.

Ketika diperiksa kapal itu mengangkut berisi 916.500 karton rokok dan 3.048 botol minuman keras dari berbagai merek. “Kapten kapal gagal menunjukkan dukomen yang relevan,” katanya kepada wartawan.

Setelah diperiksa MMEA, terungkap bahwa kapal itu berasal dari Indonesia. Awak kapalnya juga dari Indonesia. "Ada sembilan kru, termasuk nakhoda. Semua memiliki paspor,” katan Abu Bakar.

Sebelumnya, kapal berbendera Singapura yang menyelundupkan satu ton sabu-sabu ditangkap TNI-AL di perairan Batam, Kepulauan Riau.

Central Narcotics Bureau (CNB) Singapura menyatakan kapal penyelundup narkoba yang ditangkap TNI-AL di perairan Pulau Batam dekat Selat Philips, Kepulauan Riau, adalah milik Taiwan.

Laman resmi badan antinarkotika pemerintahan Singapura, cnb.gov.sg, Senin (12/2), menyebutkan penyelundup narkoba itu adalah sindikat dari Taiwan.

Disebutkan, para mafia narkoba itu menggunakan nama fiktif “Sunrise Glory” dan menggunakan bendera Singapura. “Kapal itu tak ada di Singapura, tetapi terdaftar di Kaoshiung, Taiwan, dengan nama Shun De Man No.66,” begitu pernyataan CNB.

Hingga saat ini perkara penyelundupan satu ton narkoba ini sedang dalam penyidikan aparat keamanan Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE