Lukis Kartun PM Mirip Badut, Kartunis Malaysia Masuk Penjara

Lukis Kartun PM Mirip Badut, Kartunis Malaysia Masuk Penjara
Kartunis Malaysia, Fahmi Reza. ( Foto: the star )
Nurlis E Meuko / NEF Selasa, 20 Februari 2018 | 16:57 WIB

Kartunis Malaysia Fahmi Reza masuk penjara gara-gara membuat karikatur Perdana Menteri Najib Razak mirip badut.

Majelis hakim Pengadilan Malaysia, Selasa (20/2), menyatakan Fahmi bersalah berdasarkan undang-undang komunikasi negara itu.

Ia dituduh telah menyebarkan konten online yang dianggap "cabul, tidak senonoh, salah, mengancam atau menyinggung karakter dengan maksud untuk mengganggu, menyalahgunakan, mengancam atau melecehkan orang lain".

Selain itu, Fahmi juga didenda RM30.000 (Rp109,9 juta). Pengacaranya, Syahredzan Johan, mengatakan hakim tidak memberikan alasan apapun atas keputusan tersebut. "Kami mengajukan banding atas keputusan tersebut," kata Syahredzan.

Ia menambahkan akan mengirim jaminan RM10.000 (Rp36,6 juta) untuk membebaskan Fahmi dari tahanan sambil menunggu banding.

Laman straitstimes.com, menuliskan keputusan itu cenderung memperburuk kekhawatiran tentang kebebasan berbicara.

Pemerintah Malaysia juga telah mengumumkan rencana untuk mengubah undang-undang untuk memberantas berita bohong.

Langkah ini juga dinilai memperluas kekuatan penegakan hukum terhadap mendia online yang dianggap merugikan ketertiban umum dan keamanan.

Fahmi termasuk di antara aktivis yang kerab mengkritik pemerintah. Ia adalah salah seorang demonstran yang  menentang Datuk Seri Najib karena skandal multi-miliar dolar terkait dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Pemerintah memblokir beberapa web dan portal berita yang memuat laporan mengkritik 1MDB dan Najib.

1MDB menjadi subyek investigasi pencucian uang di negara-negara termasuk Amerika Serikat, Swiss dan Singapura. Dalam tuntutan hukum perdata, Departemen Kehakiman AS menuduh 1MDB menyelewengkan dana sekitar US$ 4,5 miliar (Rp 64,3 triliun).



Sumber: stritstimes.com
CLOSE