Menyiksa Adelina Sampai Tewas, Perempuan Malaysia Terancam Hukuman Mati

Menyiksa Adelina Sampai Tewas, Perempuan Malaysia Terancam Hukuman Mati
Ambika (kedua dari kanan) dan putrinya Jayavartiny dibawa ke pengadilan Malaysia, Rabu (21/2). Ambika dituduh penyebab kematian Adelina, warga Indonesia. ( Foto: The Star )
Nurlis E Meuko / NEF Rabu, 21 Februari 2018 | 23:17 WIB

Perempuan Malaysia berusia 59 tahun yang diduga menyiksa pembantunya dari Indonesia sampai tewas, mulai diadili di pengadilan pada Rabu (21/2).

Bernama S. Ambika, ia didakwa menyebabkan kematian Adelina Lisao di sebuah rumah di Medan Kota Permai 2, Taman Kota Permai, di Penang pada pukul 17:00, 10 Februari lalu.

Jika terbukti bersalah, menurut hukum pidana Malaysia, Ambika dapat berujung pada hukuman mati.

Sedangkan Jayavartiny, putri Ambika, didakwa telah mempekerjakan Adelina meskipun mengetahui tidak memiliki ijin kerja yang benar.

Ia dibidik pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Imigrasi. Jika terbukti bersalah maka ia didenda antara RM10.000 sampai RM50.000, masa hukuman tidak lebih dari 12 bulan, atau keduanya. Dia mengaku bertanggung jawab atas tuduhan tersebut.

Saudara laki-laki Jayavartiny yang juga ditangkap terkait kasus tersebut, telah dibebaskan namun ia akan dipanggil sebagai saksi selama persidangan.

Hakim Muhamad Anas Mahadzir menetapkan tanggal 19 April untuk menyidangkan kasus itu, dan mengizinkan jaminan RM15.000 agar Jayavartiny tak ditahan.

Polisi menangkap Ambika pada 12 Februari, dua hari setelah Jayavartiny dan saudara laki-lakinya yang berusia 39 tahun ditangkap karena dugaan penganiayaan Adelina.

Adelina meninggal di Rumah Sakit Bukit Mertajam pada 11 Februari, sehari setelah ia diselamatkan dari rumah tersangka, di mana korban ditemukan tidur di teras dengan anjing rottweiler.

Korban meninggal akibat luka-luka di tubuhnya. Dari hasil forensik penyebab bekas luka ditangan kanan diperkirakan bekas gigitan binatang dan tangan kiri akibat siraman air keras.

Peristiwa ini menimbulkan reaksi dari Indonesia. Bahkan Pemerintah Indonesia berencana mengentikan sementara pengiriman tenaga kerja Indonesia yang mayoritas asisten rumah tangga di Malaysia.

Menanggapi persoalan itu, Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi mengatakan akan menemui Menteri Tenaga Kerja Indonesia, Hanif Dhakiri untuk mengadakan perundingan mengenai keselamatan pekerja serta pembantu rumah tangga dari Indonesia.



Sumber: The Straits Times, The Star
CLOSE