50 Perwakilan OMS Akan Bahas Masyarakat ASEAN yang Kohesif

50 Perwakilan OMS Akan Bahas Masyarakat ASEAN yang Kohesif
Executive Director The ASEAN Foundation, Elaine Tan (dua dari kanan) bersama President & Managing Director, SAP SEA, Claus Andresen (dua dari kiri) saat menandatangani Memorendum of Understanding (MoU) di Jakarta, Rabu (29/11/2017). ( Foto: Beritasatu Photo/Uthan A Rachim / Uthan A Rachim )
Alexander Madji / AMA Senin, 12 Maret 2018 | 17:35 WIB

Singapura - Sebanyak 50 perwakilan terbaik dari 46 organisasi masyarakat sipil (OMS) yang tersebar di 10 negara ASEAN akan membahas strategi mencapai masyarakat ASEAN yang kohesif secara politik, terintegrasi secara ekonomi, dan bertanggung jawab secara sosial pada S Rajaratnam Endowment, Forum Masyarakat ASEAN, di Singapura 14-15 Maret 2018.

Dalam siaran pers yang diterima SP di Jakarta, Senin (12/3) sore disebutkan, forum Masyarakat ASEAN yang diselenggarakan ASEAN Foundation bersama Temasek Foundation Connects ini bertujuan mengkaji isu-isu yang relevan dan menggali solusi yang dapat berkontribusi secara konkret terhadap kemajuan ASEAN serta memberikan manfaat positif untuk masyarakat ASEAN. Forum ini akan fokus pada tiga tema kunci yaitu pemuda dan pendidikan, kebudayaan dan informasi, dan budaya damai.

Kepada para peserta forum, yang digelar untuk ketiga kalinya tersebut, akan diperkenalkan pada ASEAN dan peta jalan (roadmap) ASEAN 2025. Salah satu isu yang dibahas secara mendalam adalah tentang Cetak Biru Masyarakat ASEAN 2025, yang terbagi atas Cetak Biru Keamanan Politik ASEAN, Cetak Biru Masyarakat ASEAN, dan Cetak Biru Sosial Budaya ASEAN.

Lebih jauh disebutkan, para peserta akan diajak untuk mendalami proses dan mekanisme kerja ASEAN untuk menstimulasi kerja sama berkelanjutan antara perwakilan OMS dan ASEAN. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada proyek-proyek berbasis komunitas yang sedang mereka laksanakan. Diharapkan, pemahaman yang baik terhadap proses dan mekanisme kerja ASEAN dapat mendorong partisipasi aktif dari pada peserta untuk bersama-sama mencapai tujuan dari setiap Cetak Biru Masyarakat ASEAN 2025.

Pada salah satu sesi forum ini, para peserta diwajibkan untuk bersama-sama merumuskan dan mempresentasikan rencana kerja dan rekomendasi kunci yang realistis dengan berfokus pada tiga tema utama, yaitu pemuda dan pendidikan, budaya dan informasi, serta budaya damai. Tentu saja, para peserta akan terlebih dahulu mendapatkan pengetahuan yang lengkap tentang peta jalan ASEAN 2025 dari para ahli.

“S Rajaratnam Endowment, Forum Masyarakat ASEAN, yang ketiga ini merupakan wadah strategis untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman perwakilan OMS tentang Cetak Biru Masyarakat ASEAN 2025 dan mengidentifikasi kontribusi masing-masing OMS dalam mencapai Masyarakat ASEAN yang ideal. Kami berharap rencana kerja yang mereka rumuskan di sini dapat nilai tambah pada organisasi mereka dan meningkatkan dampak positif dari proyek-proyek yang mereka laksanakan,” kata Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Ibu Elaine Tan alam siaran pers tersebut.

Perkuat

Sementara Ketua Pelaksana Temasek Foundation Connects, Lim Hock Chuan menambahkan, “Pelaksanaan forum ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama ASEAN dengan 46 OMS yang hadir. Para peserta akan dipandu untuk membahas topik-topik yang menjadi prioritas ASEAN, dan bermanfaat bagi mereka dalam mengeksplorasi persekutuan, membangun kerja sama, dan menyumbang solusi yang berkontribusi terhadap ASEAN yang dinamis, ulat, dan inklusif. Semua hal ini senapas dengan tema-tema yang diusung oleh kepemimpinan Singapura di ASEAN tahun ini, yaitu Resilience dan Innovation.”

Ia meneruskan, “Sangatlah penting bagi ASEAN untuk bersatu dan terus meningkatkan perannya dalam mempersatukan masyarakat dan organisasi-organisasi komunitas di seluruh negara anggotanya. Untuk itu, saya berharap forum ini dapat berfungsi sebagai medium untuk memperkuat hubungan yang sudah terjalin dan bersama-sama mencapai masyarakat ASEAN yang partisipatif, dinamis, dan harmonis demi kebaikan bersama.”

Pada dua forum sebelumnya tahun lalu 2017 di Singapura, sebanyak 82 peserta dan 74 OMS dari seluruh negara anggota ASEAN berhasil mengembangkan rencana kerja yang menyentuh berbagai tema seperti pengelolaan bencana, perlindungan lingkungan, usaha mikro, kecil, dan menengah, pengembangan wilayah pedesaan, pengembangan yang berkelanjutan, dan pengembangan ekonomi perempuan.



Sumber: Suara Pembaruan