Redakan Aksi Protes, Iran Larang Aplikasi Telegram

Redakan Aksi Protes, Iran Larang Aplikasi Telegram
Aplikasi Telegram ( Foto: istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Minggu, 1 April 2018 | 14:41 WIB

Teheran - Pemerintah Iran telah memutuskan untuk melarang penggunaan layanan aplikasi komunikasi Telegram, mulai hari ini. Pihak pemerintah berjanji akan mengembangkan aplikasi komunikasi yang dioperasikan negara.

Langkah terbaru dari penghentian penggunaan aplikasi Telegram, dinilai memiliki tujuan untuk mengekang meningkatnya aksi demonstrasi, sebagai bentuk protes atas situasi ekonomi yang semakin memburuk.

"Larangan tersebut akan mulai berlaku pada 20 April," kata kepala komite parlemen untuk keamanan nasional Iran, Alaa Borojordi, seperti dilansir dari kantor kantor berita Iran, ILNA, Minggu (1/4).

Borojordi menambahkan, pemerintah telah memutuskan untuk melarang penggunaan aplikasi komunikasi Telegram yang tidak terdeteksi. Namun, pemerintah akan mengembangkan aplikasi yang dioperasikan negara sebagai gantinya," tambahnya.

Pada Desember tahun lalu, pemerintah Iran telah melarang aplikasi Telegram, untuk mencegah aksi demonstrasi anti-pemerintah menyebar di seluruh negeri.

Namun, kalangan demonstran mampu mengatasi larangan itu dan terus menggunakan layanan pesan Telegram yang terenkripsi untuk menyiarkan foto dan video dari aksi protes.

 



Sumber: Arabnews