Duta besar Amerika Serikat untuk Israel, Daniel Shapiro saat disumpah jabatan oleh Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton
Kekuatan militer AS siap untuk diperintahkan sewaktu-waktu untuk menyerang Iran.

Rencana Amerika Serikat untuk kemungkinan penyerangan militer ke Iran telah siap dan opsi ini dalam status “siap”, demikian menurut duta besar AS untuk Israel, beberapa hari sebelum Teheran menyimpulkan pembicaraan dengan sejumlah pihak yang mencurigai Iran tengah membangun senjata nuklir.

Seperti Israel, AS mengatakan bahwa mereka telah mempertimbangkan kekuatan militer untuk mencegah Iran menggunakan uranium untuk membuat bom. Iran tetap bersikukuh bahwa program nuklirnya murni untuk kepentingan sipil.

“Tentu saja kami lebih senang menyelesaikan hal ini secara diplomatik dan melalui sejumlah tekanan ketimbang menggunakan kekuatan militer. Namun itu tidak berarti bahwa opsi ini tidak tersedia penuh. Tidak hanya tersedia, tapi juga siap. Rencana yang diperlukan telah dilakukan untuk memastikan bahwa pilihan serangan militer ini siap,” ujar Shapiro.

AS, Inggris, Rusia, China, dan Jerman telah menggunakan sanksi dan negosiasi untuk mencoba membujuk Iran untuk membatalkan pengayaan uranium yang bisa digunakan untuk memproduksi bahan bakar bagi reaktor, isotop medis, dan materi-materi untuk perang.

Pembicara baru dibuka di Istanbul pada bulan lalu dirumuskan pada 23 Mei di Baghdad.

Israel yang secara luas diketahui memiliki satu-satunya senjata atom di Timur Tengah, merasa terancam dengan prospek Iran dalam membuat senjata nuklir ini dan telah menyiratkan bahwa situasi ini bisa menimbulkan peperangan.

Namun banyak analis yakin bahwa AS memiliki kekuasaan militer untuk melakukan serangan terhadap program nuklir Iran.

Pada Januari, Shapiro mengatakan pada sebuah surat kabar Israel bahwa AS telah “menjamin bahwa opsi militer siap dan tersedia bagi presiden hingga saat ia memutuskan untuk menggunakannya.”

Para pembuat keputusan hukum di AS mempertimbangkan legislasi tambahan yang akan menambah tekanan pada Iran, dengan menghukum perusahaan-perusahaan asing yang membangun kesepatakan apa pun dengan Iran.

Penulis: