Lukisan parodi Presiden Afsel Jacob Zuma
Judul lukisannya The Spear atau tombak.

Sebuah galeri di Johannesburg, Afrika Selatan, membuat murka partai penguasa karena menampilkan Presiden Jacob Zuma, berikut penisnya, dalam lukisan yang bernada mengejek dan menuduh kekuasaan yang korup.

Partai African National Congress (ANC) mendesak Goodman Gallery untuk menarik lukisan Zuma bernama The Spear  yang mempertontonkan sang presiden dan genitalnya, dan sebuah lukisan lain  bertuliskan For Sale tepat di atas logo partai.

ANC mengancam akan mengambil tindakan hukum jika tuntutannya tidak dipenuhi pihak galeri.

Lukisan Zuma adalah tiruan dari poster terkenal pemimpin revolusioner komunis Uni Soviet, Vladimir Lenin, dalam warna merah, hitam dan kuning. Sang presiden digambarkan tengah berdiri meniru pose heroik Lenin, namun yang membedakan adalah genitalnya yang menggantung di luar celana.

Lukisan-lukisan tadi merupakan bagian dari karya koleksi bertajuk Jayalah Para Pencuri dan dimaksudkan sebagai pertanyaan kepada ANC apakah partai yang sudah berumur seabad itu telah kehilangan moralnya.

"Ini merupakan penghinaan bagi lembaga tertinggi," kata juru bicara ANC, Jackson Mthembu, seperti dikutip Reuters.

Mthembu mengakui si pelukis punya hak untuk berekspresi namun lukisan "The Spear" dianggap vulgar dan merendahkan status Presiden Zuma.

Karya-karya lain koleksi tersebut antara lain poster bergaya Soviet dengan tulisan: The Kleptocrats dan Kami Menuntut Chivas, BMW dan Uang Suap.

"Kami tidak akan menarik gambar-gambar itu demi membela hak kebebasan berekspresi pelukis dan demi mempertahankan reputasi galeri," kata Lara Koseff yang bekerja di galeri tersebut.

Sejak berkuasa 2009, Zuma dianggap tidak banyak membuat kebijakan yang mengesankan, tapi di sisi lain dia kerap membuat berita dengan kehidupan pribadinya yang gemerlap.

Sang presiden telah menikah enam kali dan menjadi ayah dari 21 anak. Akhir tahun ini, dia akan bersaing untuk kembali menjadi pemimpin partai.

The Spear karya pelukis anti-apartheid terkenal Brett Murray telah terjual senilai sekitar $16.300 ke seorang warga negara Jerman.

Anton Harber, pimpinan Institut Kebebasan Berekspresi, menilai tuntutan ANC sebagai tindakan bodoh.

"Saya bisa mengerti kalau sebagian gambar itu mungkin membuat orang tak nyaman, tapi karya seni itu tidak diciptakan untuk membuat orang merasa nyaman," kata Harber. "Karya itu dimaksudkan untuk membuat kita berpikir dan bicara soal isu-isu utama tentang korupsi, nepotismeā€¦ hal-hal yang serius."

Penulis:

Sumber:Reuters