Tas Hermes dan Uang Disita dari Kediaman Najib

Tas Hermes dan Uang Disita dari Kediaman Najib
Kepolisian Malaysia menyita berkotak-kotak barang bukti setelah menggeledah tiga apartemen mewah milik mantan perdana menteri Najib Razak di Kuala Lumpur, 18 Mei 2018. Banyak di antaranya tas-tas mewah yang berisi uang dan perhiasan. ( Foto: The Straits Times via AFP )
Heru Andriyanto / HA Sabtu, 19 Mei 2018 | 20:54 WIB

Kuala Lumpur - Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak dan istrinya mengecam media dan polisi, Sabtu (19/5), setelah para penyidik menyita ratusan kardus berisi tas-tas mewah, perhiasan, dan uang tunai sebagai barang bukti.

Setelah hasil pemilu yang mengejutkan pada 9 Mei lalu, pemerintahan baru dipimpin Mahathir Mohamad memulai penyidikan atas uang miliaran dolar yang hilang dari lembaga pendanaan negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang didirikan Najib.

Najib dan istrinya Rosmah Mansor telah dicegah keluar negeri.

Dari kediaman Najib dan lokasi-lokasi lain polisi menyita 284 kotak berisi tas-tas designer termasuk merk Birkin dari Hermes yang sangat mahal. Puluhan tas-tas mewah itu juga berisi uang tunai dan perhiasan.

Pengacara Najib, Harpal Singh Grewal, mengatakan kepada reporter bahwa Najib dan keluarganya "sangat tidak senang" karena polisi juga menyita pakaian dan sepatu milik anak-anak mereka.

"Tidak ada upaya untuk memverifikasi apakah baju, sepatu, dan pakaian bayi itu ada kaitannya dengan investigasi yang sedang dilakukan," kata dia.

Grewal juga mengatakan bahwa penggeledahan itu dilakukan secara tidak bertanggung jawab.

"Para personel polisi juga menyantap coklat dan makanan yang ada di kulkas dan bahkan menuntut disiapkan makanan," ujarnya, sembari menambahkan bahwa Najib akan tetap kooperatif dengan pihak berwenang.

Kepolisian Kerajaan Malaysia belum berkomentar atas hal tersebut.

Sementara itu, kantor pengacara istri Najib, Valen, Oh and Partners, juga mengecam tindakan polisi tersebut.

"Harapan kami adalah agar pihak berwajib menghormati hukum untuk menghindari penghakiman publik," bunyi pernyataan mereka.

"Pihak berwajib seharusnya tidak ikut-ikutan ramai di media sosial namun menerapkan dan menjaga profesionalisme secara ketat sepanjang waktu."

Sedikitnya enam negara, termasuk Amerika Serikat, terlibat dalam penyidikan skandal miliaran dolar di 1MDB.

Komisi Anti Korupsi Malaysia memerintahkan Najib hadir di kantornya Selasa depan untuk bicara soal SRC International, sebelumnya salah satu unit di bawah 1MDB. Komisi tersebut mengaku punya bukti bahwa Najib telah menerima US$ 10,6 juta dari SRC International.



Sumber: Reuters