Akhiri Pertemuan, Trump dan Kim Tandatangani Dokumen Denuklirisasi

Akhiri Pertemuan, Trump dan Kim Tandatangani Dokumen Denuklirisasi
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un (kanan) berjalan bersama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kiri) menyapa media di sela pertemuan bersejarah keduanya di halaman Hotel Capella, Singapura, 12 Juni 2018. ( Foto: AFP / Anthony Wallace )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 12 Juni 2018 | 13:14 WIB

Singapura - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menandatangani dokumen komprehensif menyusul pertemuan bersejarah yang ditujukan untuk denuklirisasi semenanjung Korea.

Meski terobosan yang dibuat di puncak pertemuan hanya menandai dimulainya proses diplomatik, namun hal itu bisa membawa perubahan terhadap keamanan Asia Timur Laut, seperti halnya kunjungan mantan Presiden AS Richard Nixon ke Beijing pada 1972 yang menyebabkan transformasi Tiongkok.

Sebelum menandatangani apa yang disebut Trump sebagai surat komprehensif, Kim mengatakan kedua pemimpin memiliki pertemuan bersejarah dan memutuskan untuk meninggalkan masa lalu. "Dunia akan melihat perubahan besar," kata Kim.

Trump mengatakan proses denuklirisasi akan terjadi sangat cepat. Trump menambahkan bahwa dia telah membentuk ikatan khusus dengan Kim, sehingga hubungan dengan Korea Utara akan terasa spesial. "Hubungan ini akan diperluas dan lebih banyak lagi," kata Trump.

Ditanya apakah dia akan mengundang Kim ke Gedung Putih, Trump berkata: "Tentu saja, saya akan."

Saat berjalan-jalan setelah makan siang di taman hotel Singapura tempat KTT diadakan, Trump mengatakan KTT AS-Korut lebih baik dari yang diharapkan siapa pun.

Kim sebelumnya menggambarkan bahwa pertemuan mereka sebagai awal yang baik untuk perdamaian.

Kedua pemimpin negara itu berjalan ke limusin milik Trump, yang dijuluki "The Beast", dan Trump menunjukkan kepada Kim sesuatu di dalamnya. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan.

Kedua pria itu tampak berhati-hati dan serius ketika pertama kali tiba untuk pertemuan puncak di hotel Capella di Sentosa Singapura.

Setelah berjabat tangan, mereka segera tersenyum dan berpegangan tangan satu sama lain, sebelum Trump membimbing Kim ke perpustakaan di mana mereka mengadakan pertemuan hanya dengan penerjemah mereka.

Di dalam, mereka duduk bersama satu sama lain dengan latar belakang bendera Korea Utara dan AS. Kim tampak tersenyum lebar saat presiden AS memberinya acungan jempol.

Setelah pertemuan awal berlangsung sekitar 40 menit, Trump dan Kim berjalan berdampingan sebelum memasuki ruang rapat, di mana mereka bergabung dengan pejabat senior kedua negara.

Kim terdengar mengatakan kepada Trump melalui seorang penerjemah, “Saya pikir seluruh dunia sedang menyaksikan momen ini. Banyak orang di dunia akan menganggap ini sebagai adegan dari fantasi, film fiksi ilmiah. ”

Ditanya reporter bagaimana pertemuan itu berlangsung, Trump berkata: “Sangat bagus. Sangat sangat baik. Hubungan baik."

Kim juga meresposn positif tentang prospek pertemuan tersebut. "Kami mengatasi semua jenis skeptisisme dan spekulasi tentang KTT ini dan saya percaya bahwa ini baik untuk perdamaian," katanya.

Trump bergabung dengan Sekretaris Negara Mike Pompeo, Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, dan Kepala Staf Gedung Putih, John Kelly, untuk pembicaraan lebih detail. Sementara Kim didampingi mantan Kepala Intelijen militer Kim Yong Chol, Menteri Luar Negeri Ri Yong Ho dan Wakil Ketua Partai Buruh yang berkuasa, Ri Su Yong.



Sumber: Reuters