Presiden: Yahya Staquf ke Israel Urusan Pribadi

Presiden: Yahya Staquf ke Israel Urusan Pribadi
Khatib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf (kanan) mengikuti prosesi pelantikan sebagai anggota Wantimpres oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, 31 Mei 2018. ( Foto: Biro Pers Media Kepresidenan )
/ YUD Selasa, 12 Juni 2018 | 17:52 WIB

Bogor - Presiden RI Joko Widodo menegaskan bahwa kepergian anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya C. Staquf ke Israel merupakan urusan pribadi.

"Itu adalah urusan pribadi. Beliau menyampaikan urusan pribadi karena beliau diundang sebagai pembicara di Israel," kata Presiden pada konferensi pers di Istana Bogor, Selasa (12/6).

Kepala Negara juga mengungkapkan bahwa kepergian Yahya Stafguf ke Israel tersebut tetap memberikan dukungan penuh kepada kemerdekaan Palestina.

"Saya juga belum mendapatkan laporan, beliau belum pulang. Intinya (di Israel) juga berikan dukungan pada Palestina," katanya.

Yahya Staquf diundang sebagai pembicara di Israel oleh Israel Council on Foreign Relations (ICFR), sebuah forum independen yang mempelajari dan membahas kebijakan luar negeri, terutama yang berkaitan dengan Israel dan bangsa Yahudi. ICFR beroperasi dengan bantuan WJC (Kongres Yahudi Dunia).

Dalam salinan surat undangan, Yahya diminta menyampaikan kuliah umum berjudul "Shifting Geopolitical Calculus: From Conflict to Cooperation".

Acara ini akan digelar pada hari Rabu (13/8) pada pukul 6.00 waktu setempat di The David Amar Worldwide North Africa Jewish Heritage Center, Yerusalem.

Berbagai pihak, termasuk Palestina menyatakan kecewa dan telah mengirimkan semacam surat protes kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia.



Sumber: ANTARA
CLOSE