Sangkal Korupsi 1MDB, Najib Pasang Bukti Sumbangan Saudi

Sangkal Korupsi 1MDB, Najib Pasang Bukti Sumbangan Saudi
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak (tengah) dikawal petugas saat tiba di Mahkamah Kuala Lumpur (MK) Malaysia, 4 Juli 2018. ( Foto: AFP / Mohd Rasfan )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 12 September 2018 | 21:36 WIB

Kuala Lumpur -Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak merilis dokumen untuk mendukung klaimnya bahwa dana kontroversial sejumlah RM2,6 miliar (US $ 607 juta atau Rp 8,9 triliun) yang disetorkan ke rekening bank pribadi adalah sumbangan dari kerajaan Arab Saudi.

Najib memposting dokumen yang dipindai di Facebook pada Senin (10/9) yang menunjukkan transaksi US $ 80 juta (sekitar Rp 1,17 triliun) dari Kementerian Keuangan Arab Saudi dan tambahan US $ 20 juta (sekitar Rp 293 miliar) dari Pangeran Faisal Turki Al-Saud.

Donasi ini pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal pada Juli 2015. Disebutkan bahwa penyelidik yang menyelidiki 1MDB telah menemukan bahwa RM2,6 miliar telah ditransfer langsung ke rekening bank perdana menteri.

Di antara dokumen itu juga ada surat dari Pangeran Saudi Abdul Aziz Al-Saud, yang menyebutkan "hadiah" sebesar US $ 100 juta (sekitar Rp 1,46 triliun).

“Mengingat persahabatan yang telah kami kembangkan selama bertahun-tahun dan ide-ide baru Anda sebagai pemimpin Islam modern, saya dengan ini memberikan Anda sejumlah seratus juta dolar AS (US$100.000.000) hanya sebagai hadiah yang akan dikirimkan kepada Anda dengan cara yang saya anggap cocok,” tulis sang pangeran.

"Hadiah itu tidak boleh ditafsirkan sebagai tindakan korupsi karena ini bertentangan dengan praktik Islam dan saya pribadi tidak menganjurkan praktik semacam itu dengan cara apa pun," tambah sang pangeran dalam surat itu, yang bertanggal 1 Februari 2011.

Najib menjelaskan bahwa sumbangan itu dilakukan setelah Musim Semi Arab, yang merupakan serangkaian protes anti-pemerintah di Timur Tengah yang dimulai pada akhir 2010.

"Almarhum Raja Abdullah sangat prihatin pada waktu itu dan bertindak untuk mendanai para pemimpin dan pemerintah Muslim untuk menjamin stabilitas," kata Najib, menambahkan bahwa raja juga khawatir tentang kemungkinan "Musim Semi Malaysia".

"Karena saya bukan lagi perdana menteri dan Raja Abdullah telah meninggal, saya pikir pantas bagi saya untuk mengungkapkan dokumen-dokumen berikut ini untuk membersihkan nama saya dari berbagai tuduhan dan fitnah," kata Najib.

Mantan pemimpin itu juga mengatakan bahwa sebagian besar uang digunakan untuk partai Barisan Nasional. Ini termasuk pembelian sejumlah mobil van untuk UMNO Johor. Najib menambahkan bahwa ia akan mengungkapkan lebih banyak rincian dan bukti dari dana tersebut pada masa depan.

Najib menghadapi tuduhan kriminal atas pelanggaran kepercayaan dan penyalahgunaan kekuasaan yang terkait dengan dana dari SRC International, anak perusahaan dari 1MDB.



Sumber: Suara Pembaruan