Indonesia dan Rusia Tekankan Pentingnya Toleransi dan Keharmonisan

Indonesia dan Rusia Tekankan Pentingnya Toleransi dan Keharmonisan
Delegasi Indonesia dan Rusia berfoto bersama seusai acara "Dialog Lintas Agama dan Lintas Media Indonesia-Rusia" yang digelar di Moskwa, Rusia, 14 September 2018. ( Foto: Istimewa / KBRI Moskwa )
Asni Ovier / AO Minggu, 16 September 2018 | 21:32 WIB

Moskwa - Indonesia dan Rusia merupakan dua negara besar yang multietnik, multibudaya, dan multiagama. Keanekaragaman yang dimiliki kedua negara merupakan kekayaan yang harus dilestarikan sebagai akar kekuatan dan pemersatu bangsa. Peran negara, masyarakat, dan media sangat penting dalam menciptakan toleransi untuk kerukunan dan keharmonisan, serta perdamaian dunia, termasuk mengatasi berbagai tantangan global.

Hal tersebut mengemuka dalam acara "Dialog Lintas Agama dan Lintas Media antara Indonesia dan Rusia" yang berlangsung di Civic Chamber of the Russian Federation, Moskwa pada Jumat (14/9) lalu. Dalam siaran pers KBRI Moskwa yang diterima Minggu (16/9) disebutkan, tema yang diusung dalam dialog tersebut adalah Forging a Resilient State and Civil Society Towards Religious Harmony. Dialog dihadiri oleh para pejabat pemerintah, tokoh agama dan masyarakat, akademisi, perwakilan media, serta pemerhati kehidupan sosial masyarakat kedua negara.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Cecep Herawan, sebagai Ketua Delegasi RI mengatakan, dialog lintas agama sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan saling pengertian dan toleransi. Dialog dapat turut mengatasi tantangan kehidupan sehari-hari di masyarakat, seperti ekonomi, pembangunan perdamaian, dan lingkungan hidup. “Indonesia telah mengambil inisiatif dalam mempromosikan dialog lintas agama dan media dalam diplomasi. Dialog harus memberikan hasil nyata,” kata Cecep .

Duta Besar RI untuk Rusia dan Belarusia, M Wahid Supriyadi turut pula hadir mendampingi delegasi. Delegasi Indonesia terdiri atasStaf Khusus Presiden Bidang Keagamaan Internasional Siti Ruhaini Dzuhayatin, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Reformasi Birokrasi Azyumardi Azra, Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Majelis Agama Buddha Indonesia Philip K Widjaja, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Pdt Gomar Gultom, dan Pemimpin Redaksi IDN Times Zulfiani Lubis.

Ketua Delegasi Rusia, Konstantin Shuvalov, yang juga Ambassador-at-Large (Dubes Keliling) Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia sekaligus Utusan Khusus Menteri Luar Negeri Federasi Rusia untuk Kerja Sama dengan Aliansi Peradaban mengapresiasi peran Indonesia dalam menyebarluaskan pesan damai melalui dialog lintas agama seperti dalam kerangka kerja sama bilateral dengan Rusia. “Forum dialog lintas agama yang dipromosikan Indonesia merupakan wadah bagi negara untuk saling belajar dalam menumbuhkan toleransi dan mewujudkan kerukunan masyarakat majemuk," kata Shuvalov.

Dalam dialog, kedua pihak membahas berbagai hal, mulai dari tren terkini dan tantangan mengelola kemajemukan, berbagi pengalaman dalam promosi toleransi dan harmoni, pendekatan lunak dalam mengatasi terorisme, radikalisme dan kekerasan ekstrimisme. Dibahas pula peran media dalam mempromosikan toleransi di masyarakat yang multi-budaya.

Kedua pihak sepakat melanjutkan dialog untuk lebih membangun pemahaman di antara masyarakat kedua negara dan kerja sama pendidikan. Kedua pihak juga menilai pentingnya dialog dan interaksi terbuka antar generasi muda, seperti keterlibatan dalam kegiatan Interfaith Camp.

Dubes Wahid mengemukakan bahwa penyelenggaraan dialog lintas agama dan media Indonesia-Rusia ini dapat lebih mendekatkan hubungan kedua negara yang saat ini berkembang dinamis dan menuju pada kemitraan strategis.

Di samping dialog, selama di Moskwa pada 13-15 September 2018 Delegasi Indonesia melakukan serangkaian kegiatan. Di State Insitute of International Relations (MGIMO), salah satu universitas terkemuka di Rusia, Azyumardi Azra menyampaikan kuliah umum dengan tema Managing Pluralism in Indonesian Perspective dan Siti Ruhaini Dzuhayatin dengan topik The Role of Women in Countering Violent Religious Extremism.

Delegasi Indonesia juga mengadakan pertemuan dengan perwakilan Gereja Kristen Orthodoks, Dewan Mufti Rusia, dan Kantor Berita Rusia “TASS”, warga Rusia sahabat Indonesia (Indonesianis), dan warga Indonesia di Rusia, termasuk diaspora Indonesia.

Pada saat kunjungan ke Masjid Agung Moskow dan bertemu dengan Imam Masjid Islam Khazrat Zaripov, Dubes Wahid memberikan kenang-kenangan berupa peci khas Indonesia dan langsung dipakai oleh Islam Khazrat Zaripov. “Ini mengingatkan saya pada Presiden Soekarno yang pernah berkunjung ke Masjid pada 1956,” ujar Islam Khazrat Zaripov.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE