Taiwan Minta Tiongkok Tidak Jadi Sumber Konflik

Taiwan Minta Tiongkok Tidak Jadi Sumber Konflik
Presiden Taiwan Tsai Ing-Wen. ( Foto: BBC )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 11 Oktober 2018 | 19:04 WIB

Taipei- Presiden Taiwan Tsai Ing-wen berjanji akan meningkatkan keamanan nasional serta tidak tunduk kepada penindasan Tiongkok di tengah berkembangnya ancaman militer negara itu. Tsai juga meminta Beijing tidak memprovokasi konflik yang tidak perlu, sebaliknya menjadi negara yang bertanggung jawab di panggung dunia.

Tsai mengaku tidak berniat untuk memicu kemarahan Tiongkok, tapi seharusnya Beijing menghindari diri sebagai sumber konflik.

“Baru-baru ini, serangan verbal Tiongkok, ancaman militer dan tekanan diplomatik tidak hanya menantang hubungan lintas selat tapi juga menantang perdamaian dan stabilitas di seberang selat,” kata Tsai lewat pidato televisinya untuk menandai Hari Nasional Taiwan, Rabu (10/10), yang menjadi peringatan ke-107 tahun berdirinya Republik Tiongkok, yaitu nama resmi Taiwan.

Tsai mengatakan pemerintahannya akan meningkatkan anggaran pertahanan tahunan untuk pengembangan industri-industri pertahanan domestik. Pada September lalu, Amerika Serikat (AS) menyetujui penjualan senjata senilai US$ 330 juta (Rp 5 triliun) ke Taiwan, terutama suku adang untuk angkatan udara negara itu.

“Saat ini, intimidasi Tiongkok dan tekanan diplomatik tidak hanya melukai hubungan antara kedua pihak tapi secara serius menantang stabilitas perdamaian di Selat Taiwan,” kata Tsai.

Tsai juga mengulang pernyataan Wakil Presiden AS Mike Pence yang mendesak Tiongkok mengikuti kepemimpinan Taiwan dalam membangun model demokrasi. “Dia (Pence) sampaikan, Amerika akan selalu percaya bahwa rangkulan demokrasi Taiwan akan menunjukkan jalan lebih baik untuk seluruh rakyat Tiongkok,” katanya.

Menurut Tsai, peningkatan tekanan Tiongkok kepada Taiwan menjadi tantangan status quo di Selat Taiwan. Tiongkok baru-baru ini meningkatkan tekanan ke Taiwan. Dalam tahun ini, pulau itu kehilangan tiga sekutunya yang mengalihkan dukungan diplomatiknya kepada Beijing.

“Sebagaimana seluruh dunia sedang berurusan dengan perluasan pengaruh Tiongkok, pemerintah yang saya pimpin akan menunjukkan kekuatan dan ketahanan. Cara terbaik untuk melindungi Taiwan adalah menjadikannya sangat diperlukan dan tidak tergantikan untuk dunia,” ujar Tsai.

Tsai mengatakan ancaman Tiongkok ke Asia terjadi di beberapa bidang termasuk pertahanan, diplomasi, dan ekonomi. Menurutnya, Taiwan akan melindungi kebebasan, gaya hidup demokratik dari 23 juta rakyatnya, dan mengamankan pengembangan berkelanjutan dari Republik Tiongkok atau Taiwan, serta mempertahankan perdamaian di Selat Taiwan dan stabilitas kawasan.

“Kami tidak akan meningkatkan konflik secara impulsif dan tidak akan menyerah dan tunduk kepada tekanan Tiongkok,” tambahnya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE