Menang Pemilu, Anwar Ibrahim Buka Jalan ke Kursi PM

Menang Pemilu, Anwar Ibrahim Buka Jalan ke Kursi PM
Anwar Ibrahim (kiri) dan Mahathir Mohamad. ( Foto: AFP )
Heru Andriyanto / HA Minggu, 14 Oktober 2018 | 00:50 WIB

Kuala Lumpur - Anwar Ibrahim menang telak dalam pemilu sela pemilihan anggota parlemen, Sabtu (13/'10), yang menandai kebangkitannya sebagai politikus papan atas Malaysia dan membuka jalan menuju jabatan perdana menteri.

Mendapat kursi di parlemen merupakan syarat penting untuk bisa menggantikan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, 93, yang memenjarakannya dengan tuduhan sodomi dan korupsi pada 1998 saat hubungan mereka berdua memburuk.

Mahathir kembali menjadi perdana menteri tahun ini setelah secara mengejutkan memenangi pemilu, dan dia pernah mengatakan hanya akan berkuasa selama dua tahun sebelum meneruskannya kepada Anwar, seiring membaiknya hubungan mereka.

Data dari Komisi Pemilihan Umum Malaysia menunjukkan Anwar sudah mendapat lebih dari 71 persen suara untuk memenangi kursi parlemen yang diperebutkan tujuh orang, termasuk mantan ajudannya yang membuat Anwar untuk kedua kalinya masuk penjara dengan tuduhan sodomi pada 2014.

"Saya senang dengan hasil ini, Allah memberikan berkah untuk kita semua," kata Anwar, 71.

Anwar masih berada di dalam penjara ketika dia menjalin aliansi dengan Mahathir guna menggulingkan perdana menteri saat itu, Najib Razak.

Anwar mengungkapkan dia telah memberi tahu Mahathir soal kemenangannya dan dijawab bahwa perdana menteri "senang dengan hasil itu".

"Di parlemen, saya akan fokus untuk membantu para legislator kita dalam menjalankan reformasi yang efektif," kata Anwar.

Salah satu dari enam penantang Anwar adalah Saiful Bukhari Azlan, mantan ajudan yang menuduh Anwar menyodomi dirinya. Saiful hanya mendapatkan 82 suara.

Pemungutan suara dibuka pada pukul 08.00 waktu setempat dan ditutup 9,5 jam kemudian di kota Port Dickson, di mana terdapat populasi Tionghoa yang cukup besar dan menjadi basis massa Anwar.

Sejumlah politisi ternama termasuk Mahathir telah berkampanye mendukung Anwar, hal yang tak terbayangkan terjadi bahkan enam bulan silam.

Dalam salah satu kampanye, mereka naik panggung berdua dan mendapat sambutan meriah dari para pendukung.

Setelah Anwar dipecat dari jabatan menteri keuangan dan dipenjara era 1990an, Anwar memimpin gerakan oposisi reformis sembari berjuang melawan vonis yang dijatuhkan padanya.

Mahathir, mentor yang kemudian menjadi musuh dan sekarang menjadi sekutunya, meninggalkan masa pensiun untuk memimpin Koalisi Pakatan Harapan dan menang pemilu Mei lalu, mengalahkan koalisi Barisan Nasional yang berkuasa sejak Malaysia merdeka dari Inggris 1957.



Sumber: AFP
CLOSE