Pengadilan Perintahkan Penangkapan Imelda Marcos

Pengadilan Perintahkan Penangkapan Imelda Marcos
Imelda Marcos. ( Foto: AFP )
Heru Andriyanto / HA Jumat, 9 November 2018 | 17:34 WIB

Manila - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Filipina pada Jumat (9/11) memerintahkan penahanan mantan ibu negara Imelda Marcos setelah menyatakan dia bersalah atas tujuh dakwaan korupsi selama dua dekade kekuasaan suaminya, Ferdinand Marcos.

Namun Imelda, 89, yang terkenal dengan koleksi sepatu, perhiasan, dan benda seni yang melimpah, bisa menghindari penahanan dan tetap bebas kalau dia mengajukan banding. Jika banding ditolak, dia masih bisa mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Dalam pernyataannya, Imelda mengatakan penasihat hukumnya masih mempelajari keputusan itu dan "dia memberi tahu kami dia akan mengajukan mosi untuk dipertimbangkan ulang".

Janda mendiang diktator itu menghadapi puluhan kasus korupsi yang berlarut-larut sejak keluarganya digulingkan dari kekuasaan oleh gerakan yang didukung tentara pada 1986.

Imelda, yang sekarang menjabat anggota Kongres, dihukum 6-11 tahun penjara untuk masing-masing dakwaan yang dikenakan padanya. Dia didakwa melakukan tujuh kali transfer senilai US$ 200 juta ke sejumlah yayasan di Swiss ketika menjabat gubernur Manila.

Putusan pengadilan ini diberikan hampir tiga dekade setelah kasusnya bergulir.

Dia punya waktu 15 hari untuk memutuskan banding. Dia juga bisa langsung ke Mahkamah Agung untuk meminta keringanan, dan bisa juga mengajukan permintaan bebas dengan jaminan.

Imelda sudah menjabat di Kongres selama tiga periode, dan dia juga mendaftar ke pemilihan gubernur di Ilocos Norte bulan Mei nanti, untuk menggantikan putrinya, Imee Marcos, 62.

Sementara itu, Imee mencalonkan diri sebagai anggota Senat untuk pemilihan 2019.

Ferdinand Marcos berkuasa di Filipina selama dua dekade, dan menerapkan darurat militer pada 1972, ketika ribuan orang lawan politiknya dipenjara, dibunuh, atau dihilangkan.

Dia dituduh menggelapkan lebih dari US$ 10 miliar ketika berkuasa, dan kemudian meninggal di pengasingan pada 1989.

Presiden Rodrigo Duterte menjalin hubungan baik dengan keluarga Marcos dan sering memuji mendiang Marcos.

Duterte mengizinkan jenazah Marcos yang diawetkan untuk dikubur di taman makam pahlawan pada 2016, dan Presiden juga kerap terlihat ditemani oleh Imee Marcos dalam sejumlah event resmi.

Juru bicara Duterte, Salvador Panelo, mengatakan vonis terhadap Imelda Marcos ini merupakan bukti bahwa pemerintah tidak melakukan campur tangan di pengadilan.



Sumber: Reuters
CLOSE