Terancam Penjara, Imelda Marcos Bisa Bebas Jika Ajukan Banding

Terancam Penjara, Imelda Marcos Bisa Bebas Jika Ajukan Banding
Imelda Marcos bersama salah satu karyanya. ( Foto: newsinfo.inquirer.net )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Sabtu, 10 November 2018 | 19:33 WIB

Manila- Pengadilan anti-korupsi Filipina, Jumat (9/11), memerintahkan penangkapan mantan ibu negara Imelda Marcos setelah menyatakan dia bersalah atas tujuh tuduhan suap. Tuduhan diajukan setelah dua dekade kepemimpinan sang suami yang merupakan mantan diktator Filipina, Ferdinand Marcos.

Namun, Imelda (89) yang terkenal atas koleksi ratusan sepatu, perhiasan, dan karya seni, tetap bisa menghindari penangkapan dan tetap bebas jika dia mengajukan banding dan menolaknya di Mahkamah Agung (MA).

Imelda, lewat pernyataan tertulis, mengatakan pengacaranya sedang mempelajari putusan itu dan bermaksud mengajukan mosi peninjauan kembali. Janda Marcos itu menghadapi puluhan kasus korupsi yang berlarut-larut yang menganggunya sejak keluarganya digulingkan lewat pemberontakan rakyat dengan dukungan militer pada 1986.

Pengadilan memerintahkan Marcos, yang merupakan anggota kongres, untuk dipenjara selama 6-11 tahun dengan masing-masing tujuh tuduhan korupsi. Keputusan pengadilan akhirnya keluar setelah hampir tiga dekade sejak kasus itu diajukan.

Imelda memiliki 15 hari sejak pengumuman pengadilan untuk mengajukan banding, lalu pengadilan anti-korupsi memiliki 30 hari untuk memutuskan. Imelda kemungkinan juga akan maju ke MA untuk mendapatkan pembebasan. Dia juga bisa mengajukan permohonan untuk jaminan.

Imelda, yang menjadi anggota kongres selama tiga periode, telah terdaftar sebagai kandidat Mei mendatang untuk menggantikan putrinya Imee Marcos (62) menjadi Gubernur Ilocos Norte, daerah yang masih dikuasai pengaruh keluarga Marcos. Imee maju untuk senat Filipina pada 2019.

“Saya berharap keputusan ini bisa berfungsi sebagai panduan pemilihan penting bagi para pemilih kami dalam pemilu mendatang,” kata senator oposisi, Risa Hontiveros.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE