Florida Kembali Jadi Sengketa Pemilu Terpanas

Florida Kembali Jadi Sengketa Pemilu Terpanas
Kandidat senator Bill Nelson (Partai Demokrat) dari Florida. ( Foto: AFP )
Heru Andriyanto / HA Minggu, 11 November 2018 | 04:09 WIB

Miami - Negara bagian Florida kembali menjadi pusat perhatian pasca-pemilihan umum yang memaksa pihak berwenang untuk melakukan hitung ulang hasil pemilihan senator dan gubernur dari pemungutan suara hari Selasa (6/11) lalu.

Pada Sabtu (10/11), otoritas Florida memerintahkan dilakukannya hitung ulang menggunakan mesin di seluruh negara bagian setelah muncul saling tuduh adanya kecurangan dari masing-masing kubu.

Sengketa ini terjadi 18 tahun setelah Florida menjadi pusat perhatian dunia karena sengketa pemilihan presiden dengan hasil yang sangat tipis.

Sebanyak 67 county di Florida diminta menyerahkan hasil hitung suara tak resmi pada tengah hari, Sabtu waktu setempat.

Menurut undang-undang negara bagian, hitung ulang memakai mesin dilakukan jika perbedaan hasil suara berada dalam rentang 0,5 persen. Sekretaris Negara Bagian Ken Detzner akhirnya memerintahkan hitung ulang itu setelah tenggat waktu terlewati.

Pemilihan senator antara gubernur Florida yang masuk masa pensiun Rick Scott (Partai Republik) melawan petahana Bill Nelson (Partai Demokrat) menunjukkan hasil sangat ketat: Scott unggul hanya 12.562 suara dari total 8,2 juta suara yang masuk, atau margin 0,15 persen.

Dalam pemilihan gubernur, hasil tak resmi terakhir menunjukkan Ron DeSantis (Republik) yang didukung Presiden Donald Trump memimpin atas Andrew Gillum (Demokrat) dengan 33.684 suara dari 8,2 juta suara masuk, atau 0,41 persen.

"Hitung ulang pakai mesin dimungkinkan," bunyi pernyataan otoritas pemilu Florida di situsnya.

Dalam pernyataannya, Detzner mengatakan hasil hitung ulang memakai mesin akan diumumkan pada 15 November pukul 15:00 (16 November pukul 03.00 WIB).

Trump cukup reaksioner dengan perkembangan ini, dan menulis di Twitter: "Berusaha mencuri dua pemilu besar di Florida! Kami mengawasi dengan cermat!"

Jumat lalu, Trump juga berkomentar pedas dengan mengatakan ada skandal kecurangan besar dalam pemilu ini.

"Apa yang sedang terjadi di Florida adalah sebuah aib," ujar Trump kepada wartawan.

"Hal-hal buruk sedang terjadi di Broward County, hal yang sangat buruk," lanjutnya, merujuk pada kota yang menjadi kandang Demokrat itu di mana para petugas pemilu menghitung suara dengan lambat.

Scott mengajukan gugatan terhadap Broward dan sejumlah county lainnya di Palm Beach dengan tuduhan kecurangan setelah keunggulannya mendadak berkurang.

Pada Sabtu, dia mendesak sherif Florida untuk "mengawasi setiap pelanggaran selama proses hitung ulang sesuai hukum Florida."

Di pihak lain, Nelson menuduh Scott berusaha mempengaruhi hasil pemungutan suara, dan membalas dengan gugatan lain.

Pada 2000, Florida juga menghadapi sengketa hasil pemilihan yang sangat menarik perhatian saat pemilihan presiden antara George W. Bush dan Al Gore.

Hitung ulang di sana akhirnya dihentikan oleh Mahkamah Agung, dan Bush mengalahkan Gore dengan hanya 537 suara di Florida untuk memenangi jabatan presiden. Broward County juga menjadi pusat sengketa ketika itu.

Dalam kasus saat ini, Florida tidak sendirian. Di Georgia, kandidat gubernur Demokrat juga mengajukan gugatan. Di Arizona, belum ada hasil resmi dalam pemilihan senator yang ketat di mana Kyrsten Sinema (Demokrat) memimpin tipis atas Martha McSally (Republik).



Sumber: AFP
CLOSE