OPEC Tunda Keputusan, Harga Minyak Anjlok 4%

OPEC Tunda Keputusan, Harga Minyak Anjlok 4%
Menteri Minyak, Kelistrikan dan Perairan Kuwait Bakheet Al-Rashidi tiba di Wina, Austria, untuk mengikuti Konferensi OPEC ke-175, 6 Desember 2018. ( Foto: AFP )
Heru Andriyanto / HA Jumat, 7 Desember 2018 | 03:50 WIB

Wina - Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menunda keputusan pemotongan produksi dalam pertemuan di Wina, Austria, Kamis (6/12), sampai mereka bertemu dengan produsen minyak non-OPEC di tempat yang sama, hari ini.

Produsen minyak besar yang tidak menjadi anggota kartel tersebut antara lain Russia, Oman, dan Kazakhstan.

Pasar pun merespons buruk dari perspektif kartel minyak itu. Harga acuan minyak mentah Brent anjlok US$ 2,57 atau 4,2 persen menjadi US$ 58,99 per barel pada pukul 23.41 WIB, Kamis. Sementara harga minyak di pasar berjangka AS turun US$ 2,37 atau 4,5 persen menjadi US$ 50,52 per barel.

Sepanjang kuartal terakhir, harga minyak telah turun sebesar sekitar 30 persen.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan OPEC butuh kerjasama dari Rusia untuk mengurangi pasokan minyak global, dan keputusan soal itu baru bisa diambil Jumat ini.

“Jika setiap orang tidak bersedia bergabung dan berkontribusi secara setara, maka kami akan menunggu sampai mereka mau,” kata al-Falih.

Para pengamat pasar minyak sebelumnya menduga akan ada keputusan pemangkasan produksi minyak antara 1 juta hingga 1,4 juta barel per hari (bph).

Tingkat produksi minyak OPEC dengan dipimpin Arab Saudi telah meningkat 4,1 persen menjadi 33,31 juta bph sejak pertengahan 2018.

Persediaan minyak mentah Amerika Serikat juga terus meningkat karena produksi domestik dalam puncaknya. Ekspor minyak mentah AS melonjak hingga meraih rekor baru 3,2 juta bph pekan lalu, sehingga makin meningkatkan stok global.



Sumber: Reuters
CLOSE