Evakuasi korban penembakan gereja di Garissa, Kenya, Minggu (1/7)
Sedikitnya 17 orang tewas dalam serangan granat dan penembakan yang dilakukan oleh kelompok orang bertopeng terhadap gereja-gereja di wilayah Kenya, Minggu (1/7).

Serangan-serangan serentak itu juga mencederai sedikitnya 45 orang di Garissa di wilayah utara Kenya yang diguncang serangkaian ledakan sejak Nairobi mengirim pasukan ke Somalia pada Oktober lalu untuk menumpas gerilyawan yang terkait dengan Al Qaida itu.

"Kami menerima 17 jenazah di kamar mayat," kata petugas medis Abdikadir Sheikh kepada Reuters.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan itu.

Polisi mengatakan, mereka mencurigai serangan itu dilakukan oleh simpatisan Al-Shabaab atau bandit, namun masih terlalu dini untuk memastikannya.

Dari Somalia, Al-Shabaab menolak berkomentar mengenai serangan tersebut.

Wakil kepala kepolisian daerah Garissa, Philip Ndolo mengatakan, tujuh penyerang melemparkan granat ke dalam Gereja Katolik dan Gereja Pedalaman Afrika dan kemudian memberondongkan tembakan dengan senapan.

Mereka menyerang kedua gereja yang berjarak tiga kilometer itu sekitar pukul 10.15 waktu setempat (pukul 14.15 WIB).

Dua polisi termasuk di antara korban yang tewas dalam serangan-serangan tersebut.

Insiden itu merupakan serangan terakhir terhadap umat Kristen di Kenya setelah dua orang tewas dalam ledakan-ledakan granat pada Maret dan April.

Sedikitnya 15 orang tewas dalam serangkaian serangan di Nairobi dan kota pelabuhan Mombasa sejak Kenya mengirim pasukan ke Somalia pada Oktober untuk memerangi gerilyawan garis keras Al-Shabaab.

Nairobi menuduh kelompok militan yang terkait dengan Al Qaida itu bertanggung jawab atas gelombang kekerasan dan penculikan di negara Afrika timur tersebut.

Al-Shabaab yang bersekutu dengan Al-Qaida mengobarkan perang selama beberapa tahun ini dalam upaya menumbangkan pemerintah sementara Somalia dukungan PBB yang hanya menguasai sejumlah wilayah di Mogadishu.


Penulis:

Sumber:Antara/Reuters