Ilustrasi warung internet di China.
Memainkan Diablo 3 hampir dua hari, sempat dibangunkan petugas warnet, tapi tumbang setelah beberapa langkah.

Seorang remaja Taiwan jatuh pingsan hingga akhirnya meninggal, usai memainkan Diablo 3, sebuah permainan video online populer, di sebuah warung internet (internet cafe) selama 40 jam tanpa henti. Hal itu sebagaimana dilaporkan oleh media massa setempat, Selasa (17/7).

Remaja laki-laki berusia 18 tahun yang hanya disebutkan bernama Chuang itu, menurut laporan surat kabar United Daily News, menyewa sebuah kamar privat di salah satu warnet di Tainan, sebelah utara Taiwan. Dia mulai menggunakan internet sekitar siang hari pada 13 Juli, dan dilaporkan main sampai hampir dua hari tanpa berhenti dan tanpa makan.

Pada pagi hari tanggal 15 Juli, seperti dilaporkan surat kabar itu, seorang pegawai warnet lantas memasuki ruangan yang dipakai Chuang dan menemukan remaja itu terbaring di meja. Sang petugas berusaha membangunkannya hingga sempat bangkit berdiri, namun baru jalan beberapa langkah langsung tumbang dan pingsan.

Tak lama setelah segera dilarikan ke rumah sakit terdekat, sang remaja lantas dilaporkan telah meninggal. Menurut surat kabar itu pula, polisi saat ini masih menyelidiki penyebab kematian sang remaja, antara lain dengan melakukan otopsi. Untuk sementara, mereka menduga bahwa posisi badan Chuang yang tak berubah selama puluhan jam telah menimbulkan masalah pada saluran jantungnya.

Ini merupakan kasus kematian kedua akibat bermain video game di Taiwan, dalam tahun ini saja. Pada Februari lalu, seorang laki-laki di Taipei juga ditemukan tewas di kursinya di depan komputer, dengan tangan masih tampak menjangkau kibor, usai bermain selama 23 jam. Penyebab kematiannya disebutkan adalah serangan jantung.

Diablo 3 sendiri dikenal sebagai versi terbaru dari salah satu game bertipe role-play yang merupakan produk dari Activision Blizzard Inc, perusahaan game asal Amerika Serikat (AS).

Penulis: /SES