Ilustrasi: cuplikan adegan dari film "Innocence Muslims"
Menyalahkan Washington atas pembuatan film anti-Islam

Seorang ulama Salafi Mesir memberi fatwa hukum mati bagi seluruh orang yang terlibat dalam proses produksi film anti-Islam, "Innocence Muslims", yang telah memicu kemarahan di dunia Islam.

Ahmad Fouad Ashoush memberikan fatwanya melalui forum kaum jihad di internet selama akhir minggu kemarin.

Pernyataan yang dilansir SITE Intelligence Group, Senin (17/9) waktu setempat, menyebut ulama tersebut menulis,"Bangsat yang membikin film ini adalah orang-orang tak beragama."

Ashoush menuliskannya dalam bahasa Arab, dan SITE menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris.

SITE Intelligence Group (siteintelgroup.com) adalah situs internet yang menyebut diri layanan informasi tentang ancaman jihadis; dan berbasis di Bethesda, Amerika Serikat.

"Saya memberi fatwa dan memanggil kaum muda Muslim di Amerika dan Eropa untuk melaksanakan tugas ini, yaitu membunuh sutradara, produser, dan aktor, dan siapa pun yang mendukung dan mikut mempromosikan film itu," bunyi fatwa itu.

"Maka bergegaslah, wahai kaum muda Muslim di Eropa dan Amerika, berilah pelajaran pada orang-orang hina itu sebuah pelajaran yang bahkan babi dan monyet di Amerika dan Eropa akan mengerti. Semoga Allah membimbingmu dan memberkahimu dengan keberhasilan," kata Ashoush.

Dalam menyikapi kekerasan polisi di banyak tempat dalam menghadang para demonstran yang menghujat film itu, sang ulama disebut menyatakan sebagai kelompok munafik yang sibuk memadamkan demonstrasi saja.

Ulama itu juga menyalahkan Washington atas kekacauan yang disebabkan film itu.


"Innocence of Muslims", diduga diproduksi oleh kelompok kecil orang Amerika Kristen yang ekstrim, memicu protes besar-besaran di luar Kedutaan Besar AS dan berbagai simbol AS di hampir 20 negara.

Beberapa pemain film itu yang terlibat dalam film amatir itu, terjalin dengan sebuah organisasi non-profit bernama Media for Christ. Produser film itu ternyata adalah seorang terpidana kasus penipuan.

Penulis: