Bekas Presiden Irak, Saddam Hussein
Mossad mengakui kegagalan itu dalam sebuah siaran dokumenter yang disiarkan televisi di Israel.

Badan intelijen Israel, Mossad, berusaha membunuh Presiden Irak saat itu, Saddam Hussein, dengan sebuah bom buku pada 1970-an, namun gagal.

Mossad terkenal reputasinya  dalam penggunaan teknik-teknik unik, misalnya bom ponsel atau pembunuh berambut palsu, mengakui kegagalan itu dalam sebuah siaran dokumenter yang disiarkan televisi di Israel, Senin malam waktu setempat.

Film dokumenter berjudul "Sealed Lips" (Mulut Tertutup) itu menyebutkan Saddam menolak membuka paket yang berisi bom buku itu, dan menyuruh stafnya. Staf Saddam itu tewas.

Brigjen Tzuri Sagi, otak operasi yang gagal itu, mengatakan pada pembuat film bahwa bom buku itu disiapkan oleh seorang pembuat bom Israel yang hanya diidentifikasikan sebagai "Natan".

Film itu, yang juga berisi detil profil Yitzhak Yofi, Kepala Mossad sejak 1974 hingga 1982. Juga menyebut Mossad membuat bom surat yang ditujukan pada salah satu pemimpin Nazi, Alois Brunner. Brunner adalah tangan kanan Adolf Eichmann, yang disebut orang paling bertanggungjawab atas pemusnahan orang Yahudi di Jerman pada masa Perang Dunia II.

Brunner yang tinggal di Suriah setelah perang, diketahui meninggal pada 1996 karena usia tua.

Upaya pembunuhan Saddam ini tak pernah diberitakan media. Walau upaya yang sama pada 1992 dan 1999 pernah diberitakan media massa.

Pada awal 1970-an, Israel dipercaya membantu gerilyawan separatis Kurdi di Irak melalui pasukan khusus Shah Iran. Iran dan Irak berperang pada 1980 hingga 1989.

Pada 1991, selama perang Teluk yang pertama, Saddam mengebom Tel Aviv dan pelabuhan utama Israel, Haifa, dengan menggunakan peluru kendali Scud.

Mossad mempunyai sejarah yang kaya soal pembunuhan lawan-lawannya, terutama para pemimpin faksi-faksi Palestina.

Pada 1970-an, agen rahasia Israel membunuh anggota Black September, yang dianggap bertanggungjawab atas pembantaian para atlit Israel pada Olimpiade 1972, dengan menggunakan detonator di telpon rumah yang bersangkutan.

Yang agak anyar, pasukan pembunuh yang terdiri atas lusinan laki-laki dan perempuan, bepergian denagn menggunakan paspor palsu dan menggunakan rambut palsu dan pakaian tenis, diduga adalah yang membunuh pemimpin Hamas, Mahmoud al Mabhouh, di sebuah hotel di Dubai pada 2010 lalu.

Penulis:

Sumber:abcnews