Susan Rice, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB
Resolusi PBB itu disebut AS hanya simbolis, dan tidak punya arti penting.

Amerika Seriat menyatakan keputusan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang memberikan status negara peninjau akan menciptakan "hambatan-hambatan pada perdamaian antara Palestina dan Israel".

"Resolusi hari ini disesalkan dan kontraproduktif, yang dapat menimbulkan hambatan-hambatan lebih jauh dalam menuju perdamaian," kata Duta Besar AS untuk PBB, Susan Rice, Kamis waktu setempat (29/11), dalam sidang Majelis Umum PBB setelah keputusan bersejarah itu.

Rice menganggap resolusi itu tidak punya arti penting, hanya simbolis.

"Pengumuman-pengumuman hari ini akan segera pudar dan rakyat Palestina akan bangun besok menemukan kehidupan mereka tidak banyak berubah, kecuali prospek-prospek dari satu perdamaian menurun. Resolusi ini tidak akan membentuk satu negara Palestina," katanya.

Keputusan PBB itu disebutnya jangan disalah artikan oleh siapapun dapat memenuhi syarat bagi keanggotaan PBB.

"Kami akan tetap menentang keras setiap dan segala aksi sepihak  dalam badan-badan internasional atau perjanjian yang sebenarnya dapat dirundingkan, termasuk negara Palestina. Dan kami akan terus melakukan dengan berani menghadapi segala usaha yang tidak mengesahkan Israel atau mengganggu keamanannya," katanya.

Rice juga menyebut konflik di Gaza baru-baru ini hanya peringatan terakhir bahwa tidak adanya perdamaian akan berisiko munculnya perang," kata Rice.

Sementara itu di Washington, Menteri Luar Negeri, Hillary Clinton, juga mengecam keputusan itu yang disebutnya sebagai "menimbulkan hambatan-hambatan lebih jauh menuju perdamaian."

AS dan Israel termasuk di antara hanya sembilan negara yang menentang dukungan internasional bagi satu resolusi yang memberikan Palestina status negara non-anggota di PBB. Kedua negara itu berpendapat jalan bagi terbentuknya negara Palestina harus melalui perundingan perdamaian langsung.

Penulis:

Sumber:AFP