Perdana Menteri Inggris David Cameron berkunjung ke akademi kepolisian di Tripoli, Libya, 31 Januari 2013.
Sebelumnya Inggris gencar memberi peringatan tentang keamanan di Libya.

Perdana Menteri Inggris David Cameron tiba di ibukota Libya, Tripoli, Kamis (31/1) dalam sebuah kunjungan mendadak yang dilakukan hanya beberapa hari setelah negaranya memperingatkan ancaman serangan pada kedutaannya di kota itu.

Dalam pengawalan ketat, Cameron mendarat di bandara Tripoli pukul 11:00 waktu setempat (17:00 WIB) dan langsung menuju ke sekolah kepolisian di wilayah selatan Tripoli ditemani Menteri Dalam Negeri Libya Ashur Shwayel.

Seorang pejabat pemerintah Libya mengatakan kerjasama bidang keamanan akan menjadi agenda utama pembicaraan dengan Cameron di Tripoli.

Kantor perdana menteri di Downing Street dalam kicauannya di Twitter mengatakan Cameron berkunjung ke Libya "untuk berdiskusi bagaimana Inggris bisa terus membantu Libya menjadi negara yang kuat, sejahtera dan demokratis."

Sedangkan Kedutaan Inggris di Tripoli juga berkicau kunjungan Cameron dimaksudkan untuk "menegaskan dukungan Inggris pada transisi di Libya".

Hari ini Inggris meminta warganya untuk secepat mungkin meninggalkan Benghazi di wilayah timur Libya karena munculnya “ancaman yang spesifik dan mendesak atas warga Barat".

Beberapa negara barat lainnya mengikuti langkah Inggris itu, sehingga memicu kemarahan Libya yang menganggap peringatan itu telah dilebih-lebihkan.

Senin lalu, Inggris juga mengatakan adanya “potensi ancaman” pada kedutaannya di Tripoli.

Penulis: