Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi

Jakarta - Sebanyak Rp600 triliun dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini ditransfer ke daerah-daerah. Dana itu ditransfer melalui Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dana dekonsentrasi, dan berbagai jenis dana lainnya. Total dana yang ditransfer ke daerah itu mencapai hampir separuh dari jumlah APBN yang berjumlah Rp1.300 triliun.

"Dengan alokasi dana yang semakin besar, kita harapkan kinerja daerah-daerah semakin baik dalam melayani masyarakat. Jangan dana terus dikucurkan, tapi kinerja tidak berubah-ubah," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, dalam "Rakornas Penelitian dan Pengembangan Kemdagri Tahun 2013", di Hotel Mercure, Jakarta, Senin (25/3) pagi.

Gamawan menjelaskan, dana yang ditransfer ke daerah tiap tahunnya itu memang terus bertambah. Dana Rp600 triliun itu sendiri merupakan dana transfer ke daerah untuk tahun 2013. Besarnya dana itu menurutnya, menunjukkan besarnya perhatian pemerintah pusat kepada daerah.

Dengan dana sebesar itu, Gamwan menyatakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun diminta untuk membantu mengawasi penggunaan uang tersebut. Dia menegaskan bahwa yang melakukan perbuatan korupsi harus ditindak.

Di sisi lain, Gamawan pun mengaku kecewa karena masih ada 17 kabupaten/kota yang belum mengesahkan APBD 2013. Dia mengaku tak mengerti mengapa proses pengesahan itu begitu lama. Oleh karena itu, Gamawan pun mengaku telah meminta Menteri Keuangan (Menkeu) untuk menahan DAU daerah-daerah tersebut, sebelum APBD disahkan.

"Sampai sekarang masih ada 17 daerah. Itu bagaimana? Dana yang ditransfer sudah banyak, tapi ABPD belum juga selesai," tegas mantan Gubernur Sumatera Barat ini pula.

 

Suara Pembaruan

Penulis: R-14

Sumber:Suara Pembaruan