Ilustrasi Terumbu Karang

Nusa Dua, Bali- Potensi kawasan Segitiga Terumbu Karang dunia (Coral Triangle) di negara-negara Asia Pasifik Segitiga Terumbu Karang, yakni Filipina, Indonesia, Kepulauan Solomon, Malaysia, Papua Nugini, dan Timor Leste, masih sangat besar.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo, mengatakan, untuk menjaga potensi tersebut diperlukan langkah-langkah strategis yang mampu mengkawinkan antara keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi.

“Mereka di kawasan segitiga terumbu karang akan saling bertukar informasi tentang inovasi dan langkah-langkah kongkrit yang telah diambil untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan laut melalui adopsi penerapan bisnis yang lebih bertanggungjawab,” ujar Sharif C Sutarjo dalam Forum Bisnis Regional Ketiga Kawasan Segitiga Terumbu Karang (The 3rd Coral Triangle Regiobal Forum Business) di Nusa Dua, Bali, Selasa (26/3).

Lebih lanjut lagi, Sharif mengatakan, bagi negara-negara di kawasan Segitiga Terumbu Karang seperti Indonesia, yang sebagian besar wilayahnya adalah laut diperlukan pendekatan Blue Economy (Ekonomi Biru).

Dengan pendekatan Blue Economy, akan mendorong pengelolaan sumber daya alam (SDA) secara efisien melalui kreativitas dan inovasi teknologi.

Konsep ini juga mengajarkan bagaimana menciptakan produk nir-limbah (zero waste) sekaligus menjawab ancaman kerentanan pangan serta krisis energi (fossil fuel).

“Konsep ini dapat membuka lapangan pekerjaan, mengubah kemiskinan menjadi kesejahteraan serta mengubah kelangkaan menjadi kelimpahan,” tambahnya.

Sharif menegaskan, penerapan konsep Blue Economy akan berjalan dengan baik jika ada jalinan kerjasama semua pemangku kepentingan. Guna mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan dukungan kemitraan dari masyarakat, sektor swasta, akademisi, peneliti, pakar pembangunan, lembaga nasional dan internasional.

Mereka secara bersama-sama dapat mendorong dan mengawal transformasi menuju pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Apalagi forum regional bisnis ini, juga menyajikan potret dan peluang kemitraan yang lebih luas antara publik, swasta, lembaga swadaya masyarakat (LSM), masyarakat lokal serta pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya laut.

“Saya yakin, kemitraan yang kita jalin ini akan menyukseskan implementasi Blue Economy di kawasan segitiga terumbu karang, dan membuktikan bahwa dengan Blue Economy, kita mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan ekosistem laut yang sehat,” tegasnya.

Investor Daily

Penulis: PYA/WBP

Sumber:Investor Daily