Ilustrasi SPBU Pertamina.

Jakarta - PT Pertamina menyatakan antrian kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di sejumlah daerah di Indonesia bukan karena terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

"Ini bukan kelangkaan bbm. Terjadinya antrian adalah konsekuensi dari Pertamina melaksanakan amanat dari APBN. Ini dilakukan Pertamina untuk menjaga kuota yang ditetapkan APBN," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir di Jakarta, Selasa (02/04).

Ali tidak membeberkan jumlah pasokan kuota BBM subsidi yang ditetapkan Pertamina pada tiap SPBU. Namun dia menyatakan kuota itu lebih rendah dari kebutuhan masyarakat. "Kami mengharapkan kesadaran masyarakat bahwa ini untuk menjaga kuota yang ditetapkan," jelasnya.

Lebih lanjut Ali mengatakan pihaknya masih mengumpulkan data mengenai konsumsi bbm subsidi pada bulan Maret kemarin, sehingga dia belum bisa mengungkapkan total konsumsi bbm subsidi pada triwulan 2013.

"Untuk dua bulan terakhir kemarin, Januari-Februari, konsumsi BBM subsidi itu kelebihannya masih dibawah satu persen. Tren ini harus kami pertahankan," jelasnya.

APBN 2013 menetapkan kuota BBM subsidi jenis premium sebesar 29.034.966 kiloliter. Sedangkan catatan Pertamina, realisasi konsumsi BBM subsidi bulan Januari-Februari tahun 2013 untuk jenis premium sebesar 4.582.972 kiloliter.

Untuk kuota bbm subsidi jenis solar sebanyak 14.275.034 kiloliter dengan realisasi sebesar 2.430.257 kiloliter, sedangkan kuota minyak tanah sebesar 1.700.000 kiloliter dengan realisasi 184.689 kiloliter.

Penulis: Rangga Prakoso