Pelabuhan Tanjung Priok yamg dikelola oleh Pelindo II.

Jakarta – Pembentukan Holding PT Pelabuhan Indonesia I, II, III dan IV yang direncanakan akan dilakukan tahun ini, dinilai Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tidak menyalahi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Bobby R Mamahit, Pelindo tidak menyalahi aturan yang ditetapkan melalui UU Nomor 17 Tahun 2008 jika ingin menyatukan holding perusahaan pengelola pelabuhan yang merupakan perusahaan milik negara tersebut. "Akan tetapi, untuk penyatuan usaha kepelabuhanan tersebut harus mengganti PP (Peraturan Pemerintah) yang memang telah lebih dulu diterbitkan dibandingkan Undang-Undangnya," ujar Bobby dalam Press Background Ditjen Hubla di Jakarta, Rabu (3/4).

Keempat perusahaan pelabuhan tersebut telah ditetapkan dalam empat PP yakni PP Nomor 56-59 Tahun 1991 Tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum (Perum) Pelabuhan I-IV menjadi Perusahaan Perseroan (Persero). Dari PP tersebut tercantum maksud dan tujuan Perusahaan Perseroan dibentuk serta modalnya. "Oleh karena itu kalo Kementerian BUMN memang ingin menjadikan Pelindo sebagai satu holding pada dasarnya kita mendukung tapi jangan sampai menyalahi ketentuan yang ada," tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Lalu Lintas Laut Ditjen Hubla Kemenhub Adolf R Tambunan mengatakan pengelola Pelabuhan Pelindo I-IV, tetap bisa melakukan usaha kepelabuhanan sesuai dengan PP Nomor 56-59 Tahun 1991. "Jadi kalau ada upaya KemenBUMN membentuk holding, dalam UU tersebut dikatakan siapa yang saat ini sebagai pengusaha pelabuhan. Jadi kalau KemenBUMN ingin menjadi satu Pelindo saya kira UU nomor 17 tidak menjadi permasalahan, karena UU itu hanya dalam konteks penjelasan saja dari PP," tambah Adolf.

Justru, tambah Bobby, yang melanggar aturan adalah penamaan PT Pelindo II menjadi Indonesi Port Corporation (IPC). "Karena dalam PP penetapannya adalah sebagai PT Pelindo II bukan IPC. Dan, kalau dilakukan penggantian nama tentu harus diubah segalanya," pungkas Bobby.

Investor Daily

Penulis: KEY

Sumber:Investor Daily