Chaerul Tanjung, pemilik CT Corporation.

Palu - Chaerul Tanjung yang juga pemilik CT Corporation merebut 30 persen saham PT Bank Sulteng (Sulawesi Tengah), sesuai hasil rapat umum pemegang saham luar biasa Bank Sulteng di Kota Palu, Jumat (12/4).

Dalam rapat yang juga dihadiri Chaerul Tanjung itu, CT Corporation menguasai saham senilai sekitar Rp 62 miliar, dan sisanya dibagi Pemprov Sulawesi Tengah dan 11 pemerintah kabupaten/kota.

CT Corporation bukanlah pemilik saham mayoritas PT Bank Sulteng. Saat ini pemilik saham mayoritas masih tetap Pemprov Sulawesi Tengah dengan jumlah sekitar 40 persen.

Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, menyambut positif niat Chaerul Tanjung yang tidak bermaksud menguasai mayoritas saham PT Bank Sulteng.

"Dengan modal yang dimilikinya, bisa saja Chaerul Tanjung memiliki saham di atas 30 persen, tapi itu tidak dilakukan," katanya.

Longki berharapm, dengan masuknya pemodal dari luar itu, dapat meningkatkan kinerja PT Bank Sulteng, terutama dari peningkatan jumlah aset, karena didorong dengan permodalan yang cukup.

Saat ini total aset Bank Sulteng saat ini telah mencapai Rp 1,6 triliun. Namun modal dasar bank tersebut baru berkisar Rp 400 miliar.

Menurutnya, dengan berkembangnya aset Bank Sulteng diharapkan kinerja bank juga akan meningkat.

Keinginan Chaerul untuk menjadi salah satu pemegang saham PT Bank Sulteng sudah tercium sejak satu tahun terakhir, karena bank tersebut membutuhkan permodalan untuk meningkatkan kinerjanya.

CT Corporation sebelumnya juga membeli sekitar 30 persen saham milik Bank Sulut.

Dalam rapat umum pemegang saham yang dihadiri Bupati dan Wali Kota di Sulawesi Tengah itu juga ditetapkan komisaris dan direksi Bank Sulteng yang sudah lowong selama beberapa bulan.

Sementara itu Chaerul juga menyempatkan menjadi pembicara dalam seminar tentang kewirausahaan di sebuah hotel di Kota Palu.

Penulis:

Sumber:Antara