Ilustrasi bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Jakarta - Lebih dari 1.000 perusahaan jasa yang terkait dengan pelabuhan di Pelabuhan Tanjung Priok terancam gulung tikar akibat semakin sulitnya berusaha di pelabuhan.

Hal itu didorong oleh ekspansi besar-besaran yang dilakukan oleh badan usaha milik negara (BUMN) pelabuhan di Indonesia.

"Kiprah BUMN ini cukup mengkhawatirkan. Negara seharusnya memfasilitasi warga negaranya untuk berdagang. Bukan berarti harus ikut berdagang, sehingga berhadap-hadapan dengan swasta," ungkap Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Publik, Fiskal, dan Moneter Kadin, Hariyadi B Sukamdani di Jakarta, Selasa (16/4).

Usaha jasa kepelabuhanan selama ini telah menyerap tenaga kerja yang juga mampu mengurangi angka pengangguran nasional.

"Namun, jika situasinya seperti ini, saya khawatir, pengangguran meningkat karena perusahaan di kepelabuhanan gulung tikar," tambah dia.

Pelabuhan seharusnya menjadi lokomotif untuk menurunkan biaya logistik nasional. Namun, hingga saat ini biaya pelabuhan di Indonesia masih mahal. "Misalnya, tarif terminal handling charge di Indonesia dengan negara lain di Asean lebih mahal," tutup Hariyadi.

Investor Daily

Penulis: EAN

Sumber:Investor Daily