Pameran keramik di Jakarta

Jakarta - Setelah sukses pada 2012 dengan pameran keramik pertama di Indonesia, KERAMIKA kembali diselenggarakan pada 18 sampai 21 April di Jakarta Convention Center. Pameran keramik ini didedikasikan untuk industri keramik di Indonesia dan kawasan ASEAN.

Pada tahun ini, pameran KERAMIKA berhasil meningkatkan jumlah peserta yang semuanya merupakan industri keramik lokal maupun internasional. Merek-merek yang sudah dikenal, seperti Toto, Roman, American Standard, Holcim, dan lain-lain kembali mengikuti pameran ini. Sebanyak 76 perusahaan turut memamerkan produk-produknya, termasuk 25 perusahaan perusahaan dari luar negeri. KERAMIKA merupakan acara dari hasil kerja sama antara Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) dan Reed Panorama Exhibition (RPE).

Ketua Umum Asaki, Elisa Sinaga, di Jakarta, Kamis (18/4), menyatakan industri keramik di Indonesia terus mengalami peningkatan sekitar 20 persen dibanding tahun 2010. Selain itu, industri keramik juga sedang melalui fase yang melesat jauh dari tahun-tahun sebelumnya, di mana hampir 90 persen pelaku industri sudah menggunakan teknologi digital.

"Dengan begitu KERAMIKA ini banyak sekali fungsinya. Kita berharap beberapa wadah profesional, seperti arsitektur, industri keramik, dan desain interior, bisa berkumpul bersama dan merencanakan visi dan misi ke depan untuk industri keramik kita," ujar Elisa Sinaga.

Wakil Menteri Perindustrian, Alex Retraubun yang hadir pada pembukaan pameran mengatakan industri keramik Indonesia saat ini sangat berpotensi. "Dalam pameran ini kita akan melihat kemajuan industri keramik. Yang jelas industri keramik Indonesia ini tidak telmi. Kita terus mengikuti perkembangan, terutama perkembangan dalam hal teknologi. Kita tidak kalah dengan Italia," ujarnya.

Pada acara pembukaan juga diselenggarakan penandatanganan kesepakatan kontrak jual-beli gas bumi antara industri keramik Indonesia dan Perusahaan Gas Negara (PGN).

Selain pameran KERAMIKA, penyelenggara juga menggelar "Renovation & Construction Expo 2013 yang ke-12".

Penulis: Kharina Triananda/AB