Ilustrasi pertumbuhan ekonomi, pemandangan gedung-gedung bertingkat di Jakarta.

JAKARTA – The Royal Bank of Scotland (RBS) menyatakan perekonomian Indonesia akan tumbuh positif pada tiga kuartal ke depan, RBS memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013 akan berada pada kisaran 6,5%.

Ekonom Asia Tenggara RBS Enrico Tanuwidjaja menjelaskan konsumsi domestik dan investasi masih menjadi pondasi utama perekonomian Indonesia, tetapi ia melihat ada hal lain yang akan membuat perekonomian Indonesia semakin tumbuh yaitu pemulihan ekspor pada semester dua.

“ Kami memprediksi bahwa perekonomian Indonesia akan meningkat jika dibandingkan tahun lalu, pada 2013 perekonomian Indonesia akan berada pada kisaran 6,5% naik 3% dari 2012 sebesar 6,2%,” ujar dia dalam acara “ Media Briefing RBS Mengenai Proyeksi Perekonomian Tahun 2013” di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (18/4)

Enrico menilai membaiknya kinerja ekspor pada semester dua tahun ini lebih disebabkan kepada perbaikan perekonomian dari Amerika Serikat meskipun negara Eropa masih belum pulih. Ia menjelaskan apa yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat baik itu dengan jurang fiskal maupun mengurangi angka pengangguran setidaknya memberikan pengaruh terhadap pemulihan perekonomian mereka sehingga ia berpendapat dengan membaiknya perekonomian Amerika Serikat maka perekonomian negara negara di Asia juga membaik.

Menurut dia moment inilah yang mesti dimanfaatkan negara negara di Asia termasuk Indonesia dalam memperbaiki kinerja ekspor.

Dia mengatakan sektor andalan Indonesia seperti batu bara, kelapa sawit dan minyak bumi berpeluang harganya akan naik pada semester dua sehingga ia optimistis dengan membaiknya kinerja ekspor maka berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini.

“ Jika dibandingkan tahun lalu kenaikan harga komoditas bisa mencapai 3%-4%, dan ini adalah sinyal positif baik untuk perekonomian maupun untuk peningkatan ekspor,” ungkap dia

Selain itu, dia mengatakan rencana pemerintah yang akan menerapkan dual price bagi bahan bakar jenis premium (4.500 bagi kendaraan umum/sepeda motor) serta (6.500 bagi mobil pribadi) tentu berpengaruh pada inflasi.

Menurut dia inflasinya masih terkendali dan naik 1% dari kisaran inflasi normal sebesar 4%-5%. Enrico menilai lain halnya jika pemerintah menaikan harga BBM pada semua jenis kendaraan seperti yang terjadi pada 2008, ia menuturkan jika pemerintah melakukan hal itu maka inflasi akan melebihi pertumbuhan ekonomi sebesar 8%-9%.

Dia mengatakan masih banyak hal lain yang harus dilakukan pemerintah daripada memikirkan apakah harga BBM jadi naik atau tidak. Dia mengatakan hal tersebut adalah meningkatkan kualitas infrastruktur, memperbaiki regulasi, meningkatkan daya saing produk, memperbaiki kualitas tenaga kerja dan memberikan pelayanan kesehatan terbaik. Menurut dia semua hal itu penting dilakukan pemerintah dengan tujuan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar bisa tumbuh di atas 6% setiap tahunnya. 

Investor Daily

Penulis: DHO/FMB

Sumber:Investor Daily