Samin Tan [kiri], Aburizal Bakrie [tengah] dan Edwin Soeryadjaya.

Adaro adalah perusahaan penambang batubara yang sahamnya dikuasai oleh tiga raja batubara.

Indonesia adalah negara keempat yang memiliki cadangan batubara terbesar di dunia, setelah Cina, Amerika Serikat dan India.
 
Tapi siapakah raja tambang batubara di negara ini?
 
Inilah 9 raja batubara versi GlobeAsia, edisi “150 Orang-orang Indonesia Terkaya”, Juni 2011:
 
Aburizal Bakrie, 64 tahun
Ketua Umum Partai Golkar ini disebut-sebut sebagai orang Indonesia terkaya kelima dengan total kekayaan US$ 3,8 miliar.
 
Salah satu perusahaannya yakni PT Bumi Resources Tbk. adalah perusahaan terbesar dan paling agresif di sektor pertambangan batubara.
 
Cadangan batubara yang dikuasai oleh grup usaha ini hampir mendekati tiga miliar ton.
 
Hingga tahun lalu, Bumi Resources diperkirakan telah menambang 61 juta ton per tahun.
 
Tahun ini, mereka berusaha meningkatkan produksinya hingga 111 juta ton.
 
Dato Low Tuck Kwong, 62 tahun
Pria ini menempati peringkat keenam orang Indonesia terkaya. Kekayaan Dato mencapai US$ 3,7 miliar.
 
Dato kali pertama terjun di industri pertambangan, pada 1998 lewat PT Bayan Resources Tbk.
 
Tapi dalam 10 tahun terakhir, Bayan Resources dikenal sebagai perusahaan tambang yang paling agresif melakukan ekspansi.
 
Hingga hari ini, kelompok usaha ini, memiliki dan menjadi operator tujuh tambang batubara di Kalimantan Timur dan satu tambang di Kalimantan Selatan.
 
Kandungan batubara yang dikuasai Bayan Resoirces di dua provinsi itu mendekati 500 juta ton.
 
Samin Tan, 49 tahun
Samin menekuni bisnis pertambangan sejak 1998, melalui PT Borneo Lumbung Energy, dan PT Metals Indonesia.
 
Tahun lalu, kapasitas produksi batubara yang dikelola dua perusahaan itu mencapai 3,6 miliar ton, dan mempersiapkan menambang 5 juta ton batubara sampai akhir tahun ini.
 
Samin adalah presiden direktur di perusahaan ini, dan oleh GlobeAsia dinilai sebagai orang Indonesia terkaya ke-11 dengan kekayaan US$ 1,8 miliar.
 
Theodore P Rachmat, 67 tahun
Dia adalah orang Indonesia terkaya ke-12 dengan kekayaan US$ 1,7 miliar.
 
Perusahaan tambangnya adalah PT Adaro Energy Tbk. yang didirikan pada 1991.
 
Perusahaan ini diketahui menguasai tambang batubara di tiga tempat di Kalimantan Selatan, dengan perkiraan cadangan batubara mencapai 2,8 miliar ton.
 
Di Adaro, Rachmat menguasai 13 persen saham melalui Grup Triputra.
 
Kiki Barki, 72 tahun
Kekayaan pengusaha ini US$ 1,6 miliar dan menempati posisi ke-13 orang Indonesia paling kaya.
 
Dia berbisnis batubara sejak 1995 lewat PT Tanito Harum Energy, anak usaha Grup Tanito.
 
Grup ini menguasai beberapa areal pertambangan batubara seluas 47 ribu hektar.
 
Tahun lalu, perusahaan ini menambang 7,3 juta ton batubara di Kalimantan Timur, untuk ekspor ke beberapa negara Asia.
 
Edwin Soeryadjaya, 62 tahun
Putra pendiri Grup Astra, mendiang William Soeryadjaya ini adalah orang Indonesia ke-16 paling kaya. Kekayaannya US$ 1,25 miliar.
 
Dia adalah orang yang berhasil membangun bisnis pertambangan batubara melalui kepemilikan saham.
 
Perusahaannya adalah PT Adaro Energy Tbk. yang kali pertama memperoleh kontrak pertambangan pada 1982, dan mulai menambang batubara di Kalimantan Selatan.
 
Teddy Thohir, 76 tahun dan Garilbaldi Thohir, 45 tahun
Kekayaan bapak-anak mencapai US$ 1,1 miliar dan menjadi orang Indonesia terkaya ke-19 tahun ini.
 
Sama dengan Rachmat dan Edwin, mereka menguasai tambang batubara melalui PT Adaro Energy Tbk.
 
Sang bapak, memulai usaha tambang batubara sejak 1992, tapi pada 2005 bersama Racmat, dia mengakuisisi saham Adaro dan memperoleh hak menambang 2,8 miliar ton cadangan batubara.
 
Bapak dan ini tercatat sebagai penambang tunggal batubara terbesar di Indonesia.
 
Agus Lesmono Sudwikatmono, 40 tahun
Putra pengusaha Sudwikatmono ini adalah salah satu orang terkaya Indonesia paling muda dengan total kekayaan US$ 980 juta.
 
Masuk ke bisnis pertambangan batubara melalui PT Indika Energy Tbk. yang kini tercatat sebagai perusahaan tambang batubara terbesar ketiga di Indonesia.
 
Cadangan batubara yang dikuasai perusahaan ini mencapai 579 juta ton.
 
Wibowo B Tjokronegoro, 71 tahun
Dia adalah presiden direktur PT Indika Energy Tbk. dan memiliki kekayaan US$ 680 juta.
 
Kelompok usaha ini berdiri pada 2000, dan selama 10 tahun terakhir sukses membangun jaringan penjualan batubara di Indonesia, dan pasar internasional.
 
 

Penulis:

Sumber:-