Penulis dan editor buku "Life Stories: Resep Sukses dan Etos Hidup Diaspora Indonesia di Negeri Orang" Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal (ketiga kanan) bersama perwakilan tiga orang diaspora Indonesia (kanan-kiri) Diplomat Senior Hasjim Djalal, mantan Menlu yang juga Anggota Wantimpres Hasan Wirajuda dan Dirut Bank Mandiri Zulkifli Zaini meluncurkan buku tersebut di Jakarta.

Jakarta - Penyelenggaraan pameran perdagangan Indonesia (trade expo) yang ke-28 di World Trade Center Arkansas, Amerika Serikat mendapat sambutan positif. Pembukaan acara yang berlangsung pekan lalu itu dihadiri sekitar 50 tokoh pengusaha Amerika Serikat.

Melalui rilis yang dikirimkan Konjen Indonesia di Houston semalam dikabarkan bahwa Presiden dan CEO WTC Arkansas, Dan Hendrix mengatakan hubungan baik Indonesia dan Amerika Serikat menjadi modal dasar memperbesar volume perdagangan bilateral.

Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Jalal juga yang hadir di WTC sempat bertemu dengan dua CEO Walmart yakni salah satu peritel terbesar di Amerika, Doug McMillan dan Mike Duke.

"Ini merupakan sinyal untuk memasarkan produk-produk berkualitas Indonesia melalui Walmart," kata Dino seperti dikutip dari rilis yang dikirimkan Konsul Indonesia di Houston, Rabu malam (24/4).

Sementara itu, komoditas kopi juga menjadi salah satu produk potensial yang terus dipasarkan Indonesia di Amerika Serikat. Atase Perdagangan Indonesia, Made Martini mengatakan konsumsi kopi warga Amerika yang terus meningkat merupakan peluang bagi Indonesia. Salah satu perusahaan pemasar kopi Arkansas, Blakchive di Amerika juga melakukan kesepakatan dagang dengan eksportir kopi Indonesia melalui pertemuan pengusaha kopi dan pameran kopi di Boston juga pekan lalu, 11 hingga 14 April 2013.

"Konsumsi kopi masyarakat Amerika Serikat terus meningkat setiap tahun," kata Made Martini.

"Trade Expo Indonesia ke-28 menggali lebih jauh kemungkinan bagi Indonesia memasarkan produk-produk unggulannya di Amerika Serikat," tutup Made.

Penulis: Ezra Sihite