Ilustrasi

Perseroan hanya menanggung tunggakan 5 persen atau Rp 32 miliar.

Tunggakan Kredit Usaha Tani [KUT] di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk [BRI] mencapai Rp 3,7 triliun.

Nilai ini sekitar 70 persen dari total tunggakan KUT yang mencapai Rp 5,7 triliun.

“Itu data BI per Desember 2009,” kata Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali di Jakarta, hari ini seperti dikutip ANTARA.

Dia mengatakan, KUT yang disalurkan perseroan dibagi dalam tiga tahap. Pada periode 1998/1999, pinjaman yang disalurkan melalui program channeling sebesar Rp 2,8 triliun kepada 27.000 Koperasi Unit Desa [KUD] berdasarkan keputusan dinas koperasi setempat melalui dana Kredit Likuiditas Bank Indonesia [KLBI].

Pada periode 1999/2000 BRI menyalurkan kredit sebesar Rp 240 miliar kepada 1.500 KUD. Selanjutnya KUT yang dberikan pada periode 1995-1998 sebesar Rp 643,9 miliar kepada 16.000 KUD.
 
Dari total KUT yang disalurkan dalam tiga periode tersebut, BRI hanya menanggung 5 persen atau sebesar Rp 32 miliar, BI menanggung 42,25 persen dan Kementerian Keuangan [Kemenkeu] 52,75 persen. “Yang menjadi tanggungan BRI Rp 32 miliar, dan sudah kita cadangkan sejak tahun 2000," kata Ali.
 
Menurut Ali, tidak semua tunggakan KUT Rp 3,7 triliun akan menjadi beban BRI. Pasalnya, perseroan hanya merupakan bank penyalur, sementara risiko kredit ditanggung pemerintah dan BI.

Bank Indonesia [BI] mencatat pengembalian Kredit Usaha Tani [KUT] kepada perbankan hanya sekitar 25 persen. Dari total KUT yang disalurkan pemerintah melalui program Kredit Likuiditas Bank Indonesia [KLBI] sebesar Rp7,68 triliun kredit yang tidak tertagih mencapai Rp5,71 triliun. jatuh tempo program KUT pada tahun 2000.
 
Menko Perekonomian Hatta Rajasa beberapa waktu lalu menyampaikan rencana pemerintah untuk melakukan pemutihan terhadap tunggakan KUT karena dinilai menghambat petani mendapatkan kredit dari perbankan.
 

Penulis:

Sumber:-