Jakarta - Pemerintah Swiss melalui Swiss State Secretariat For Economic Affairs (SECO) atau Sekretariat Negara Swiss Bidang Ekonomi memberikan dana hibah kepada pemerintah Indonesia sebesar US$ 80 juta (Rp778,4 miliar).

Duta Besar Swiss untuk Indonesia Heinz Walker Nederkoorn mengatakan dana hibah yang akan diberikan pemerintah Swiss ini akan digunakan untuk pengembangan pariwisata, mengurangi kemiskinan melalui pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) serta mengembangkan green economy. Menurutnya pemberian dana hibah ini merupakan salah satu bentuk strategi pemerintah Indonesia dalam meningkatkan perekonomian.

Lebih lanjut Nederkoorn mengatakan kerjasama dalam bidang pembangunan ekonomi Indonesia ini akan berlangsung selama 3 tahun yaitu dari 2013-2016.

“Kami sangat senang membantu pemerintah Indonesia dalam mengembangkan perekonomian terutama berkaitan dengan isu isu mengurangi kemiskinan melalui pemberdayaan UKM,” ujar Nederkoorn dalam acara “Launching SECO Indonesia Country Strategy 2013-2016” di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (2/5).

Dana hibah sebesar US$ 80 Juta ini akan direalisasikan dalam berbagai macam bentuk program. Menurut dia dalam hal pengembangan pariwisata, pemerintah Swiss akan membantu pengembangan pariwisata di Flores melalui proyek “Regional Tourism Development Beyond Bali”. Proyek ini akan dilakukan pada tahun 2013 dengan nilai 5 Juta franc Swiss.

Nederkoorn menambahkan sedangkan untuk mengurangi kemiskinan, pemerintah Swiss akan membuat program “Pengolahan Cokelat atau Cocoa” yang akan dikembangkan di Aceh. Dia menjelaskan produk olahan dari cokelat ini nanti akan didistribusikan melalui UKM. Dia mengatakan program ini secara tidak langsung akan dapat mengurangi angka kemiskinan di Aceh terutama bagi kaum wanita di usia matang.

Sementara itu untuk pembangunan green economy, pemerintah Swiss akan mengajak pemerintah Indonesia untuk menerapkan konsep green building dengan tujuan untuk mencegah terjadinya efek gas rumah kaca.

“Dana Hibah yang kami berikan ini adalah dana hibah fase kedua tidak sampai 2016, dan difokuskan kepada program yang akan berjalan, kemungkinan kami akan berikan dana hibah lagi setelah melihat progress dari program sebelumnya,” ungkap dia

Dalam kesempatan sama, Deputi Pendanaan Pembangunan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Kennedy Simanjuntak mengatakan kerjasama yang dilakukan dengan pemerintah Swiss ini akan berlanjut di beberapa program atau strategi.

Menurut Kennedy kerjasama ini meningkatkan perdagangan dan investasi serta meningkatkan pengelolaan keuangan publik juga menjadi program prioritas pemerintah Indonesia dalam waktu dekat ini.

“Kami ingin kerjasama dengan Pemerintah Swiss ini berjalan dengan lancar karena dengan mendapatkan bantuan hibah ini membuat pemerintah harus bisa bekerja keras dalam rangka mewujudkan perekonomian nasional yang stabil,” ujarnya.

Investor Daily

Penulis: DHO/YUD

Sumber:Investor Daily