Petugas SPBU  menyiapkan alat peraga berisi harga BBM setelah dinaikkan

Jakarta - Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terus berembus belakangan ini, membuat para pedagang kebutuhan bahan pokok resah. Para pedagang meminta pemerintah segera mengakhiri isu ini dengan memutuskan naik atau tidaknya harga BBM.

Anas (46), salah seorang pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, meminta pemerintah untuk segera memutuskan naik atau tidaknya harga BBM. Menurut dia, harga BBM lebih baik naik, ketimbang isu ini semakin tak jelas.

"Kalau mau naik pastikan. Jangan isu saja. Bagi pedagang tidak masalah harga BBM naik, yang penting ada kepastian, biar harga di pedagang seragam. Jangan sampai karena isu ini ada pedagang yang naik duluan, itu yang justru meresahkan pedagang dan pembeli," kata Anas kepada Beritasatu, Jumat (3/5).

Anas mengatakan, kenaikan harga BBM diperkirakan hanya akan berdampak sementara. Selanjutnya, pedagang akan menyesuaikan dengan kenaikan itu. Sementara jika isu ini terus dibiarkan berkembang, Anas khawatir akan dimanfaatkan oleh para spekulan.

"Seperti kemarin, ketika ada isu kenaikan BBM akan diumumkan pada 1 Mei, ada cukong yang nahan solar. Akibatnya, distribusi barang seperti bawang putih jadi tersendat dan memicu kenaikan harga, walaupun cuma Rp 500 per kilogram," ungkapnya.

Anas menuturkan, kenaikan harga bawang merah dan bawah putih hingga Rp 50.000 per kilogram beberapa waktu lalu, tidak terlalu berdampak pada daya beli.

"Masih banyak masyarakat yang beli. Jadi harga berapapun, asal ada kepastian, tidak terlalu berpengaruh sama pedagang," tegasnya.

Hal senada dikatakan pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Nellys Soekidi. Dia mengatakan, yang terpenting saat ini pemerintah segera memutuskan kenaikan harga BBM dan tidak membiarkan berkembangnya isu yang tidak jelas.

Menurutnya, kalaupun harga BBM diputuskan naik, tidak masalah, karena pedagang tinggal mengikuti kenaikan harga.

"Bagi pedagang tidak masalah ada kenaikan. Buat kita yang penting jelas, apakah naik atau tidak. Toh kalaupun naik kita tinggal mengikuti harga. Kalau tidak jelas kita khawatir ada yang main-main sama harga," katanya.

Dipaparkannya, saat ini harga beras untuk jenis IR 3 naik dari Rp 6800 ke Rp 6900. Kemudian IR 2 naik dari Rp 7000 menjadi Rp 7100. Lalu IR 1 naik dari Rp 7200 menjadi Rp 7300, sedangkan beras jenis super masih di atas Rp 7400.

"Ya memang ada kenaikan, tapi bukan karena isu kenaikan harga BBM, tapi karena langkanya solar," tegas Nellys.

Suara Pembaruan

Penulis: F-5

Sumber:Suara Pembaruan