Ilustrasi pembangunan infrastruktur yang dapat memicu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

London - Utusan Khusus Perdagangan Inggris untuk Indonesia, Richard Graham, mengakui kemajuan ekonomi Indonesia yang menawarkan banyak peluang bagi kalangan usaha Inggris.

Hal ini disampaikan Richard Graham pada temu bisnis "Meet the Ambassador: Opportunities in Indonesia" yang diselenggarakan UK-ASEAN Business Council (UKABC) bekerja sama dengan KBRI London Rabu, di Westminster Conference Centre, London.

Sekretaris Tiga KBRI London, Silvia Malau, mengatakan, pertemuan itu dihadiri sekitar 80 pengusaha Inggris dan para pejabat terkait dari UKABC dan UK Trade and Investment (UKTI) dipandu Richard Graham.

Richard Graham belum lama kembali dari kunjungan misi dagangnya ke Indonesia pada 21-26 April dalam rangka mengembangkan kerja sama perdagangan Indonesia-Inggris di bidang infrastruktur transportasi dan sektor kedirgantaraan dan pendidikan.

Dubes RI Hamzah Thayeb dalam sambutannya menyebutkan empat area kerja sama potensial yang menjadi fokus Indonesia, yaitu sektor industri manufaktur, infrastruktur, pendidikan dan "green growth".

Sektor ini diharapkan sejalan dengan keunggulan Inggris di bidang pendidikan serta teknologi dan inovasi.

Dubes Hamzah Thayeb mengatakan, aliran investasi Inggris ke Indonesia menunjukkan kecenderungan yang menggembirakan. Pada 2012, realisasi Inggris mencapai US$ 934,36 juta atau meningkat dua kali lipat lebih dibanding tahun sebelumnya senilai US$ 418,98 juta.

Pada triwulan pertama 2013, realisasi Inggris sebesar 500 juta dolar AS (7,7 persen) sehingga menempatkan Inggris pada peringkat ke-5 daftar investor asing utama Indonesia untuk sementara ini.

Acara "Meet the Ambassador: Opportunities in Indonesia" menghadirkan para pejabat terkait di bidang ekonomi KBRI London dan Kantor Perwakilan BKPM di London yakni Minister Counsellor for Economic Affairs, Masriati Pratama, Atase Perdagangan Merry Maryati serta Kepala Perwakilan BKPM London JS Meyer Siburian.

Kepada kalangan usaha Inggris, Masriati Pratama menyampaikan sejumlah indikator terkini makroekonomi Indonesia khususnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai rata-rata 5,9 persen dalam kurun lima tahun terakhir.

Ditekankan pula mengenai kemampuan Pemerintah Indonesia untuk menurunkan tingkat rasio hutang terhadap PDB dan menjaga target inflasi satu digit.

Atase Perdagangan KBRI London, Merry Maryati menyampaikan nilai ekspor Indonesia-Inggris masih di bawah satu persen pasar impor sehingga dinilai kurang maksimal sehingga volume perdagangan perlu ditingkatkan.

Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan BKPM London, JS Meyer Siburian memaparkan berbagai peluang investasi di enam koridor Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Indonesia.

Meyer Siburian menjelaskan berbagai insentif yang diberikan Pemerintah Indonesia bagi investasi asing masuk ke Indonesia di sektor-sektor prioritas seperti industri logam, permesinan, energi terbarukan dan komunikasi.

Sementara Ian Roberts, Managing Director PT. Pamerindo Indonesia yang telah 12 tahun mengelola usaha event organiser di Indonesia juga mengakui pesatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kepada kalangan usaha Inggris yang hadir, Ian Robert menekankan pentingnya membina hubungan dengan mitra lokal, khususnya kamar dagang dan indutri setempat. Ian Roberts menyebutkan bahwa keberhasilan usahanya didukung oleh aturan investasi dan fasilitas perbankan yang memadai.

Dalam temu usaha juga diperkenalkan kuliner Indonesia. Pendiri Indo Direct Foods (IDF), perusahaan Indonesia pemasok produk makanan Indonesia di London, Tiwi Price mempromosikan produk makanan dan minuman Indonesia seperti minuman beer Bintang yang cukup dikenal, arak dan berem Bali Dewi Sri, minuman teh Sostro, kopi luwak serta makanan ringan asal Indonesia.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian temu bisnis yang digagas UKABC untuk perwakilan negara-negara anggota ASEAN di London untuk meningkatkan profil ASEAN, khususnya peluang ekonomi di masing-masing negara-negara anggota ASEAN, kepada kalangan usaha di Inggris.

UKABC diresmikan pada November 2011 di Jakarta oleh Menteri Bisnis, Inovasi dan Keterampilan Inggris, Vince Cable UKABC dalam rangka peningkatan hubungan perdagangan dan investasi antara Inggris dan ASEAN.

UKABC saat ini dipimpin Lord Davies of Abersoch dan didukung oleh Advisory Panel yang terdiri dari 12 orang perwakilan dari kalangan usaha Inggris yang telah mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Penulis:

Sumber:ANT