Logo BTPN.

Jakarta - Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) akan mempertahankan brand PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN), jika proses akuisisi atas saham BTPN sebesar 40 persen rampung.

Model bisnis BTPN juga akan diadopsi dan diterapkan di jaringan bisnis SMBC di Asia.

Managing Director Head of Growing Markets SMBC Yasuyuki Kawasaki mengatakan, model bisnis BTPN yang fokus pada mass market (UMKM dan pensiunan) dinilai unik dan layak diadopsi.

“Suatu bank yang melakukan akuisisi biasanya akan mentransfer pengetahuan ke bank yang diakuisisi. Sedangkan untuk BTPN terbalik, justru kami akan mengadopsi model bisnis bank tersebut karena kami nilai unik,” kata dia pada media briefing terbatas SMBC di Jakarta, Jumat (10/5).

SMBC dalam keterangan resminya pada 8 Mei 2013 menyatakan akan mengakuisisi saham BTPN hingga 40 persen. SMBC adalah anak usaha Sumitomo Mitsui Financial Group (SMFG), bank terbesar ketiga di Jepang.

Pada tahap pertama, SMBC membeli 1,41 miliar (24,26 persen) saham BTPN. Dari jumlah itu, 16,87 persen di antaranya milik TPG Nusantara Sarl, perusahaan investasi yang dikendalikan Texas Pacific Group (TPG) Capital, private equity asal Amerika Serikat (AS).

SMBC menyepakati transaksi itu pada 8 Mei 2013. Harga akuisisi ditetapkan Rp 6.500 per saham atau premium 12 persen dari harga penutupan saham BTPN di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Mei sebesar Rp 5.800.

Dengan demikian, nilai transaksi akuisisi tahap pertama mencapai Rp 9,2 triliun. Sedangkan pada tahap kedua, SMBC akan mengakuisisi 15,74 persen saham BTPN milik TPG yang ditaksir sebesar US$ 1,5 miliar. SMBC juga menunggu persetujuan dari otoritas termasuk Bank Indonesia (BI).

Kawasaki menjelaskan, Per September 2012, SMBC yang berkantor pusat di Tokyo, Jepang, membukukan total aset sebesar 116 triliun yen, kredit yang disalurkan 56 triliun yen, dan tabungan sebesar 86 triliun yen

Investor Daily

Penulis: TEH/WBP

Sumber:Investor Daily