Ilustrasi antrean warga di sebuah SPBU.

Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa memastikan, mulai pertengahan Juni 2013, pemerintah akan memberlakukan harga baru untuk bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Rencananya, besaran kenaikan harga BBM bersubsidi berkisar antara Rp 1.000-2.000 per liter. Harga premium akan dinaikkan sebesar Rp 2.000/liter menjadi Rp 6.500/liter dan solar Rp 1.000/liter menjadi Rp 5.500/liter.

“Ya, mulai pertengahan Juni 2013 akan diberlakukan harga baru untuk BBM bersubsidi jenis premium dan solar,” kata Hatta sebelum menghadiri rapat terbatas bidang Polhukam di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/5).

Saat ini, pemerintah sedang membahas dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengenai APBN-P 2013, yang mencakup pemberian kompensasi kepada rakyat miskin yang terdampak kenaikan harga BBM bersubsidi.

Rakyat miskin nantinya akan menerima paket kompensasi yang terdiri atas BLSM, beras miskin, beasiswa siswa miskin, dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Di sisi lain, pimpinan partai politik (parpol) tergabung dalam Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi telah meloloskan paket pemberian Bantuan Langsung Sementara Mandiri (BLSM), sebagai program kompensasi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap kenaikan harga BBM bersubsidi.

Parpol koalisi terdiri atas Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Demokrat (PD).

Investor Daily

Penulis: Nov

Sumber:Investor Daily