Ilustrasi kegiatan ekspor impor di pelabuhan

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat total nilai Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang masuk ke perbankan domestik selama triwulan I-2013 mencapai US$ 32 miliar. Angka tersebut hampir mencapai 84% terhadap total DHE Indonesia.

Dibandingkan dengan Februari 2013, angka per Maret 2013 tersebut meningkat. Pasalnya, saat itu total nilai DHE yang masuk ke perbankan Indonesia mencapai US$ 11,7 miliar atau 84% terhadap total DHE. Sebab itu, BI menilai kondisi DHE semakin membaik, meskipun kenaikannya tipis.

“Porsinya memang menurun sedikit pada triwulan I-2013 karena mengikuti kondisi ekspor. Kemarin kinerja ekspor sempat menurun, sehingga DHE-nya ikut menurun karena mengikuti catatan yang ada di Dirjen Bea Cukai,” kata Direktur Departemen Statistik Moneter BI Doddy Zulverdi kepada wartawan di Gedung BI, Jakarta, Jumat (17/5).

Namun, jika dibandingkan dengan tahun 2011, sebenarnya porsi saat ini sudah cukup membaik. Pada 2011, porsi DHE yang masuk ke bank domestik masih sekitar 80,4% dari total DHE. Pada saat aturan DHE diterapkan tahun 2012, angkanya perlahan naik dari 80,6%, kemudian 82,2%, 84%, serta pada akhir 2012 sebesar 83%. Pada 2010, angkanya masih lebih rendah, yaitu 77,1%.

Doddy mengungkapkan, pencapaian DHE kali ini mayoritas masuk ke bank-bank pemerintah. Sedangkan barang-barang ekspor yang dilaporkan dalam Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yaitu mayoritas berupa barang primer. Sebagai contoh, batubara, sawit, dan tekstil, yang merupakan jenis ekspor non minyak dan gas (non migas).

Sebab itu, BI terus terlibat untuk mendorong investasi di sektor-sektor yang berorientasi ekspor. Namun, dia mengakui, keberhasilannya sangat tergantung kepada kondisi pasar luar negerinya.

Sedangkan untuk sektor migas, kata dia, para kontraktor Kontrak Karya Kerja Sama (K3S) telah melaporkan DHE dalam bentuk gelondongan selama 3 bulan sesuai porsinya masing-masing. Namun, Doddy enggan menyebutkan detilnya.

Investor Daily

Penulis: GRC/FMB

Sumber:Investor Daily