Ilustrasi uang rupiah

Jakarta – Bank Indonesia (BI) bakal menyiapkan respon kebijakan moneter yang tepat setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) disetujui.

Langkah itu disiapkan sebagai upaya untuk tetap mengendalikan inflasi jika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) resmi dinaikkan.

Gubernur BI Agus Martowardojo menilai, upaya pemerintah yang telah mengajukan APBN-P merupakan langkah tepat. Menurut Agus, pembahasannya kemungkinan akan selesai dalam waktu kurang dari 1 bulan dan kemudian disetujui.

“Kami akan sangat mengikuti dan menyimak. Salah satu yang dibahas adalah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Kalau harga BBM naik, pasar akan menduga tekanan inflasi meningkat. Kalau itu terjadi, BI akan berkoordinasi dan membahas, serta akan merespon dengan satu bauran kebijakan,” kata Agus ketika ditemui di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Jumat (24/5).

Namun, dia menegaskan, sebaiknya masyarakat jangan langsung berpikir kenaikan harga BBM, karena akan membentuk ekspektasi inflasi. Hal itu akan membuat masyarakat terlanjur menaikkan harga barang kebutuhan lainnya

Jika memang diputuskan untuk naik, Agus mengatakan, BI akan mencari instrumen (tools) bidang moneter yang tepat. Koordinasi tetap dilakukan BI dengan Kementerian Keuangan (Kemkeu) dan kementerian lainnya yang terkait sektor riil, serta para pelaku pasar. “Tidak lantas dengan kenaikan BI rate, tapi yang jelas akan kami respon,” tegas Agus.

Dia mengakui, selama tiga bulan pertama, tingkat inflasi memang cukup tinggi, namun sebenarnya inflasi inti (core inflation) tetap rendah. Sebab itu, domain BI yang langsung terkait sebenarnya terhadap core inflation, karena berhubungan dengan moneter.

“Kami akan langsung merespon ketika APBN-P diputuskan, karena kami mengetahui arah kebijakannya ke mana. Responnya berbentuk bauran kebijakan di sisi moneter maupun koordinasi dengan fiskal, baik di pusat maupun di daerah,” pungkas dia.

Investor Daily

Penulis: GRC/WBP

Sumber:Investor Daily