Ilustrasi Rumput Laut

Jakarta – Produksi rumput laut Indonesia merupakan jumlah terbesar kedua di dunia setelah Filipina. Namun, besarnya produksi rumput laut itu tidak diimbangi dengan produk olahan yang bersaing di pasar sehingga pasar domestik dipenuhi makanan ringan impor berbahan baku rumput laut.

“Kinerja KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) dalam memproduksi rumput laut memang perlu diapresiasi, namun pemerintah mesti bekerjasama dalam meningkatkan kemampuannya ke arah industri sehingga di pasar domestik dapat bersaing bahkan di pasar internasional," ungkap Anggota DPR Komisi IV Ma’mur Hasanuddin di Jakarta, Rabu (29/5).

Ma’mur menjelaskan, target produksi rumput laut tahun lalu mencapai 5,1 juta ton dan realisasinya mencapai 5,2 juta ton. Produksi tersebut mampu menyalip Filipina yang memproduksi 5 juta ton.

Tahun ini, Ma’mur berharap agar KKP meningkatkan target produksi rumput laut menjadi 7,5 juta ton, sehingga pada 2014 akan produksi akan menuju 10 juta ton. "Itu akan menyematkan Indonesia sebagai produsen rumput laut terbesar di dunia," ujar dia.

Namun, target-target yang dicanangkan harus dikondisikan dengan perubahan regulasi nasional yang mengharuskan setiap kementerian melakukan penghematan.

"KKP hendak mengurangi program bantuan kebun bibit rumput laut kepada masyarakat, yang berarti KKP mesti sadar akan konsekuensinya terhadap produksi rumput laut," ujar Ma’mur.

Besarnya produksi rumput laut, kata dia, tidak dibarengi kapasitas produksi rumput laut kering. Saat ini, kapasitas produksi rumput laut kering hanya 180 ribu ton dari kemampuan panen 5,2 juta ton pada 2012.

Yang membuat Ma’mur sedih adalah toko-toko retail waralaba telah membanjir produk rumput laut sejenis makanan ringan yang sangat disukai oleh anak-anak, namun makanan itu berasal dari luar seperti Thailand dan Korea. Sebagian sudah berlabel halal dan sebagian belum.

“Saya berharap rumput laut Indonesia mampu menjadi tuan pasar sendiri di dalam negeri. Jangan sampai produksi melimpah, namun hasil olahannya dikuasai oleh negara luar," tutur dia.

Investor Daily

Penulis: INA/FEB

Sumber:Investor Daily