Ilustrasi uang kertas dolar Amerika.

New York - Kurs dolar jatuh pada Rabu (5/6) waktu setempat atau Kamis (6/6) pagi, waktu Indonesia bagian barat, setelah data pekerjaan swasta lebih lemah dari perkiraan menjelang laporan pekerjaan resmi pada Jumat, dan laporan Beige Book Federal Reserve menunjukkan sedikit momentum baru dalam perekonomian AS.

Sementara, euro naik tipis menjadi 1,3091 dolar sekitar 21.00 GMT (Kamis, 04.00 WIB), dari 1,3079 dolar pada waktu yang sama Selasa. Pergerakan itu terjadi sehari menjelang pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa, ketika ECB diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya tidak berubah.

Dolar juga turun terhadap mata uang Jepang, menjadi 99,06 yen dari 99,98 yen pada Selasa sore, sementara euro turun menjadi 129,65 yen dari 130,79 yen.

"Sementara kinerja dolar AS tidak menentu, sentimen yang mendasari terhadap dolar jelas," kata Kathy Lien dari BK Asset Management.

"Data ekonomi AS yang mengecewakan menaikkan kekhawatiran baru tentang prospek laporan penggajian (payroll) non pertanian pada Jumat (7/6) dan kekhawatiran ini telah menyebabkan aksi ambil untung di pasar uang dan ekuitas."

Perusahaan penggajian ADP melaporkan bahwa sektor swasta AS menambah 135.000 pekerjaan pada Mei, kurang dari 157.000 pekerjaan yang para analis perkirakan, dan indeks pembelian manajer ISM untuk sektor jasa menunjukkan kenaikan pertumbuhan sektor itu pada Mei, tetapi mengalami kemandegan dalam perekrutan pekerja.

Beige Book Fed, sebuah gambaran dari kondisi ekonomi AS berdasarkan survei nasional, melaporkan perekonomian terus tumbuh pada kecepatan "rendah sampai sedang", menunjukkan ekspansi yang stabil tetapi masih lambat.

"Kurangnya optimisme yang jelas terus menekan dolar AS dan saham AS," kata Lien.

Saham Wall Street menukik lebih dari satu persen pada Rabu, mendorong Dow Jones Industrial Average di bawah 15.000 untuk pertama kalinya dalam sebulan terakhir.

Dolar melemah terhadap mata uang Swiss, dibeli 0,9420 franc dibandingkan dengan 0,9468 franc pada Selasa sore, sementara pound Inggris naik menjadi 1,5403 dolar dari 1,5312 dolar.

Penulis:

Sumber:AFP, Antara