Seorang petugas bank menumpuk uang kertas rupiah.

Temanggung - Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan memberikan pinjaman untuk pembangunan Pasar Legi, Parakan, Temanggung, senilai Rp 90,172 miliar.

Pinjaman ini diberikan dengan jangka waktu lima tahun dan masa tenggang pembayaran pokok (grace periode) selama 16 bulan dan bunga sebesar 7,75 persen.

Kepala PIP Soritaon Siregar menjelaskan pinjaman pembangunan pasar ini merupakan upaya PIP menjalankan perannya sebagai katalis dalam percepatan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat ekonomi, sosial dan/atau manfat lainnya kepada masyarakat sebagai Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Keuangan.

"Itu sebabnya PIP sangat proaktif dalam hal mendukung pembangunan infrastruktur daerah, dengan membiayai proyek-proyek yang dapat dinikmati langsung oleh rakyat, seperti pembangunan jalan, jembatan, pasar, rumah sakit, atau listrik," ujar Soritaon di Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (14/6).

Menurut Soritaon penerapan tenor lima tahun dan bunga pinjaman 7,25 persen merupakan salah satu upaya PIP untuk membantu Pemda dalam memberikan keleluasaan ruang fiskalnya. Dengan demikian dia berharap Pemda juga bisa tetap melakukan program pembangunan tanpa terbebani cicilan utang yang besar.

Selain itu dia minta semua pemangku kepentingan, khususnya pedagang dan masyarakat Temanggung untuk mengawasi penggunaan dana tersebut mulai dari proses tender hingga pelaksanaan pembangunannya.

"Pembangunan Pasar Legi di Parakan ini sudah lama dicita-citakan sebagai pasar yang representatif bagi masyarakat Temanggung. Biayanya sangat tinggi karena mencapai Rp 90 miliar, mari diawasi bersama mulai dari perencanaan, tender dan sebagainya," kata Soritaon.

Hasyim Affandi, Bupati Temanggung, mengatakan rencana pembangunan kembali pasar legi telah dilakukan 25 tahun lalu karena kondisi fisiknya sudah rusak dan belum pernah direnovasi sejak dibangun pada 1925 lalu. Namun, katanya, pembangunan itu belum bisa terealisasi karena adanya berbagai hambatan khususnya di pendanaan.

Oleh karenanya Pemda Temanggung menurutnya lebih memilih mengajukan pinjaman daerah ke PIP daripada ke lembaga keuangan lain supaya harga jual kios bisa lebih murah.

"Ini mampu meningkatkan ekonomi masyarakat di sektor perdagangan. Ini juga akan meningkatkan akses penduduk ke pasar sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat," jelas Hasyim.

Investor Daily

Penulis: WYU/FMB

Sumber:Investor Daily