Pesawat Garuda Indonesia.

Surakarta – Memasuki musim mudik lebaran 2013, tiga maskapai mengajukan extra flight (penerbangan tambahan), yakni Garuda Indonesia, Citilink dan Lion Air ke Bandara Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah.

“Yang saya tahu mereka meminta ijin untuk extra flight tetapi semua kan nanti akan dikaji di pusat (Kementerian Perhubungan),” kata General Manager Bandara Adi Soemarmo, Abdullah Usman, usai berbicara dalam Lokakarya Wartawan Perhubungan Solo-Jogja di kantor Bandara Adi Soemarmo Solo, Jumat (14/6).

Adapun penambahan penerbangannya, lanjut Usman, hanya sebanyak dua sampai tiga kali penerbangan untuk masing-masing maskapai, akan tetapi perlu dikaji dulu oleh pemerintah. “Untuk waktu penerbangannya, biasanya akan kami lihat mana penerbangan yang memang sepi jamnya seperti di jam 19.00-21.00, jam 13.00 dan jam 16.00 yang memang pada jam-jam tersebut Solo sepi,” terangnya.

Diharapkan, dengan adanya penambahan penerbangan ini, Bandara Adi Soemarmo dapat berkembang seperti bandara Adi Soetjipto Yogyakarta, yang memang jauh lebih mendapatkan keuntungan. Bahkan, saking banyaknya penerbangan menuju Jogja, dikatakan Usman, sudah ada empat penerbangan yang ditolak oleh bandara tersebut.

“Jogja sudah menolak sekitar empat penerbangan karena sudah penuh dan kita akui Jogja tak terkalahkan. Untuk menarik pasarnya Jogja maka perlu dilakukan integrasi antara Jogja dan Solo melalu transportasi lain yakni kereta api,” ucap Usman.

Sehingga, dengan adanya kereta api tersebut, ke depan pasar Jogja bisa berbagi ke Solo. Bahkan, dengan adanya rencana Adi Soemarmo untuk diperpanjang jam operasinya yakni dari pukul 06.00 pagi hingga 21.00, diharapkan juga bisa menambah pendapatan perseroan, yang memang selama ini merugi dibandingkan dengan bandara kelolaan AP I lainnya.

Berdasarkan data dari AP I sebelumnya, ada enam bandara kelolaannya yang mengalami kerugian berkisar Rp 3 miliar - Rp 49 miliar di 2012. Ke enam bandara yang mengalami defisit tersebut yaitu Bandara Selaparang, Mataram rugi sebesar Rp 49,256 miliar, Bandar Eltari Kupang Rp 7,137 miliar, Bandara Frans Kaisepo, Biak Rp 23,805 miliar, Bandara Adisumarmo, Solo Rp 22,476 miliar, Bandara Pattimura, Ambon Rp 22,874 miliar, Bandara Sam Ratulangi, Manado Rp 3,852 miliar.

Sedangkan tujuh bandara yang mencatat keuntungan yaitu Bandara Ngurah Rai, Bali Rp 796,97 miliar, Bandara Juanda Surabaya Rp 313,927 miliar, Bandara Sepinggan, Balikpapan Rp 104,049 miliar. Selanjutnya Bandara Adisucipto, Yogjakarta membukukan keuntungan Rp 64,472 miliar, Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin Rp 30,494 miliar, Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar mencetak keuntungan Rp 39 miliar, sedangkan Bandara Ahmad Yani, Semarang Rp 7,03 miliar.

Defisit pendapatan yang diderita enam bandara tersebut antara lain karena keterbatasan kapasitas dalam mengembangkan bisnis.

Siap Membuka Rute Solo-Jeddah

Tahun depan, lanjut Usman, pihaknya juga mengharapkan mendapatkan langsung rute Solo-Jeddah untuk umrah. Dengan adanya penerbangan umroh Solo-Jeddah, diharapkan dapat menarik umroh wilayah embarkasi Jawa Tengah, DIY dan Kalimantan Tengah. Untuk maskapainya, dikatakan Usman ada kemungkinan Garuda.

Penulis: KEY