Harga BBM VS Inflasi

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksi inflasi pada Juli mendatang akan mencapai angka tertinggi pada tahun ini, terutama karena adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, tahun ajaran baru dan memasuki bulan ramadhan tanpa mengungkapkan prediksi angka inflasi Juli.

Plt Kepala BKF Kemenkeu Bambang PS Brodjonegoro menyatakan kenaikan harga BBM subsidi akan berpengaruh terhadap tingkat inflasi Juni, meskipun diberlakukan menjelang pekan terakhir. Namun kenaikan inflasi Juni dipastikan belum akan mencapai puncaknya.

"(Bulan ini) Pasti terpengaruh, tapi belum mungkin bicara puncak bulan Juli karena ada tahun ajaran baru dan puasa," ujar Bambang di Jakarta, Kamis (20/6).

Bambang juga memprediksi dampak kenaikan inflasi karena perubahan harga BBM subsidi hanya akan berlangsung selama tiga bulan. Setelah itu dia yakin tingkat inflasi akan kembali normal seperti sebelum adanya kenaikan harga BBM.

Dia juga yakin pada tahun depan tingkat inflasi tetap akan rendah seperti pada 2012 lalu dengan catatan jika tidak ada kebijakan spesifik atau signifikan yang dilakukan pemerintah.

"Jadi Juli, Agustus dan September mungkin yang berat. Tapi Oktober mudah-mudahan sudah mulai mereda," tuturnya.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan saat ini yang menjadi sumber inflasi tinggi adalah dari pangan (volatile food) karena terdorong wacana kenaikan harga BBM. Apabila pada 2014 pemerintah tidak menaikan harga BBM, dia memastikan inflasi inti (core inflation) akan cenderung turun, sehingga angka rata-rata tahunan juga rendah.

"Kalau tahun depan enggak ada kebijakan pasti balik rendah lagi. Core inflation cenderung turun, kalau enggak ada kebijakan BBM pun bisa lebih turun lagi. Jadi dijumlahkan semua pasti rendah," pungkasnya.

Investor Daily

Penulis: WYU

Sumber:Investor Daily