Proton Preve, Sedan Malaysia dengan Citarasa Lotus

Proton Preve, Sedan Malaysia dengan Citarasa Lotus
Mobil uji Proton Preve 1,6L CFE yang dipakai untuk tes kinerja Jakarta-Bandung, 27-28 Juni 2013. ( Foto: Heru Andriyanto/ Beritasatu.com )
Heru Andriyanto / FMB Jumat, 28 Juni 2013 | 01:56 WIB

Bandung - Preve, sedan terbaru Proton, menawarkan banyak fitur kenyamanan dan kemewahan, tapi tentu bukan itu yang ingin kami ketahui ketika membawanya ke uji coba jalan raya.

Mesin turbo 1.600cc Preve diklaim mampu berakselerasi 0-100 km per jam dalam 9,6 detik.

Satu lagi yang membuat penasaran adalah rangka dan chassis yang dikembangkan Proton bersama produsen mobil sport legendaris Inggris, Lotus.

Dua perusahaan itu memang sudah sangat lama berkolaborasi dan cara terbaik untuk merasakan sentuhan salah satu konstruktor tim Formula 1 itu di mobil produksi massal tentu pada model sedan seperti Preve.

"Ciri khas Lotus adalah rangka yang kaku demi agility (kelincahan bermanuver) tapi mobil tetap melekat di jalan. Rancangan Lotus lebih memberi tempat bagi skill pengemudi, tidak semuanya tergantung pada bantuan elektronik," kata Direktur Utama Proton Edar Indonesia Mohd Asri bin Khayan, Kamis (27/6).

Penjelasan pria Malaysia ini lebih terdengar sebagai pesan berhati-hati ke serombongan wartawan otomotif menjelang uji coba Preve Jakarta-Bandung via Puncak, agar tidak terlalu memaksa kinerja sebelum mengenali karakter dan handling sedan tersebut.

Kami berempat di satu mobil, dan rombongan berikutnya di empat mobil lainnya.

Selepas pintu tol Cibubur, kami mendapatkan cukup ruang untuk menggeber mobilnya hingga 120, 140 dan 160 km per jam sebelum kondisi lalu lintas kembali padat.

Transmisi otomatis tujuh kecepatan bekerja baik terutama dengan tuas persneling di belakang kemudi atau paddle shifter yang membantu mempercepat akselerasi dengan mulus.

Deru mesin memang makin keras masuk kabin seiring bertambahnya akselerasi, namun toh kami sedang dalam mode sport sehingga justru butuh kebisingan itu untuk konfirmasi.

Masuk wilayah Puncak tak banyak yang bisa diuji dengan kondisi lalu lintas yang cukup ramai, namun masuk area penuh tikungan tajam di Cianjur barulah kami merasakan sentuhan Lotus.

Suspensi mobil segera terasa lebih keras ketika menikung cukup kencang, namun di saat yang sama sangat stabil dan dalam kendali penuh, tanpa gejala oversteer atau understeer.

Kami menahan diri untuk tidak menambah akselerasi karena betapa pun ini bukan uji coba sirkuit, sehingga tak maksimal untuk menjajal aspek agility dan stability.

Namun untuk standar jalan dalam kota dan jalan tol, bisa dibilang Proton Preve lulus memuaskan untuk dua hal itu.
Meskipun bertransmisi otomatis, engine brake juga bekerja layaknya mobil bertransmisi manual ketika menukik di turunan tajam untuk membantu pengereman.

Menurut data trip di dasbor mobil, konsumsi bahan bakar mencapai sekitar 15 liter untuk jarak tempuh 100 km, tidak terlalu jelek mengingat banyak rute menanjak dan kemacetan di jalur Puncak.

Masuk tol dalam kota Bandung, Preve kembali galak menyalak sebelum rush hour pulang kerja, dan langsung tenang dan jinak begitu kembali terjebak kemacetan dalam kota.

Ketika beralih fungsi menjadi mobil keluarga seperti ini, kabin begitu tenang sehingga desahan terlembut Mariah Carey pun terdengar seperti bisikan jelas di belakang telinga.

Jadi inilah karakter Preve yang memberi tanda-tanda jelas ke pengemudi kapan dia menjadi pengantar penumpang yang penuh kenyamanan, dan kapan dia menjadi seorang pembalap setengah Lotus.

CLOSE