Kendaraan antre  mengisi BBM jenis Premium di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (21/6) malam beberapa saat sebelum pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM. Pemerintah mengambil keputusan untuk menaikkan harga BBM bensin Premium menjadi Rp 6.500/liter dan solar menjadi Rp 5.500/liter pada 22 Juni 2013 pukul 00.00.

Jakarta - PT Pertamina menyatakan realisasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar selama sepekan terakhir pascapenaikan harga masih berada di bawah rata-rata penyaluran harian normal.
Untuk rata-rata penyaluran harian normal premium sebanyak 80.654 Kilo Liter (KL) per hari, sedangkan Solar sebesar 43.000 KL per hari.

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan berdasarkan data realisasi penyaluran 22 Juni hingga 28 Juni 2013, premium rata-rata disalurkan sebanyak 69.450 KL per hari atau 14 persen di bawah rata-rata penyaluran harian normal.
Adapun, realisasi penyaluran Solar mencapai 36.650 KL per hari atau sekitar 15 persen di bawah rata-rata penyaluran harian normal.

"Sepekan pertama pasca penaikan harga masyarakat, terutama pengguna mobil masih memanfaatkan BBM yang dibeli sebelumnya sehingga pembelian di SPBU berkurang," kata Ali di Jakarta, Minggu (30/06).

Ali menjelaskan tren penurunan konsumsi ini merupakan efek sementara dan perlu waktu sedikitnya dua pekan atau sekitar satu bulan untuk melihat kecenderungan konsumsi BBM subsidi oleh masyarakat.

Kendati masih dibawah normal, Ali menyebut tren penyaluran berangsur-angsur mulai meningkat. Sebagai contoh penyaluran premium pada 22 Juni sempat menyentuh 86 ribu KL, kemudian turun drastis menjadi hanya 55.750 KL di hari berikutnya.

Namun pada 28 Juni penyaluran meningkat menjadi 70.000 KL dan kembali naik menjadi 79.000 KL pada Sabtu (29/6) kemarin. Tren yang sama juga terjadi pada solar bersubsidi.
Sempat turun menjadi sekitar 28.000 KL pada 23 Juni, sedangkan penyaluran akhir pekan lalu mulai berada di kisaran 39.000 KL.

Penulis: Rangga Prakoso/YUD